Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaThok-Thok Brok - Madiun, Jawa Timur
Thok-thok brok merupakan permainan alat musik yang berasal dari Desa Randualas, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Kesenian ini telah ada sejak kurang lebih tahun 1875. Pada waktu itu kesenian tersebut digunakan untuk mengusir pagebluk yang berupa wabah penyakit yang sangat mematikan. Wabah penyakit tersebut dahulu disebarkan oleh makhluk halus yang berwujud wanita cantik. Konon para siluman cantik tersebut memberikan tanda berupa telapak tangan yang berwarna merah pada pintu rumah warga. Pintu rumah warga yang terdapat tanda tersebut pada keesokan harinya akan ada anggota keluarga yang meninggal secara mendadak. Masyarakat Desa Randualas mulai merasa takut dengan adanya wabah penyakit tersebut. Setiap malam para warga melakukan ronda malam untuk menjaga desanya. Beberapa masyarakat yang memiliki kelebihan secara supranatural kemudian melakukan semedi hingga akhirnya mendapatkan sebuah petunjuk atau wangsit agar membuat semacam bunyi-bunyian dari alat musik seadanya guna mengusir wabah penyakit tersebut. Masyarakat kemudian melakukan ronda malam dengan cara membunyikan berbagai alat musik berupa pacul goang, kentongan, bathok dan bedug. Usaha yang dilakukan tersebut pada akhirnya membuahkan hasil, wabah penyakit yang melanda Desa Randualas menjadi sirna. Pada tahun 1951-1965, masyarakat Desa Randualas yang masih sangat percaya dengan mistis masih menggunakan musik thok-thok brok sebagai salah satu ritual yang ampuh untuk mengusir pagebluk yang disebabkan oleh makhluk halus. Kesenian tersebut sempat menghilang dan pada tahun 1980 kesenian thok-thok brok dihidupkan kembali oleh masyarakat Desa Randualas terutama di Dusun Kayen. Seiring dengan perkembangan zaman kesenian tersebut kemudian ditambahi dengan alat musik berupa kendang, gong, bedug, bonang slendro laras 3 dan taras 6 sehingga nampak lebih menarik dan rampak tanpa menghilangkan ciri khas dari alat musik aslinya. Namun sayangnya kesenian thok-thok brok kembali tenggelam bahkan hampir hilang dari ingatan masyarakat. Kemudian pada saat Pekan Seni Daerah Kabupaten Madiun, SDN Kare 01 menampilkan kembali kesenian thok-thok brok dengan memodifikasi kesenian tersebut dengan musik hadroh dan seni tari yang menggambarkan para siluman cantik dengan telapk tangan merah yang menempel dipintu rumah dan perjuangan para peronda malam dalam mengusor pagebluk.