Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara Kupat Lontong - Surakarta, Jawa Tengah
Keraton Kasunanan Surakarta setiap bakdo Sawal selalu mengadakan upacara sungkeman/ngabekten. Upacara sungkeman/ngabekten adalah upacara dimana para abdi dalem serta para kerabat keraton menghadap Sinuhun untuk menghaturkan sungkem sebagai wujud sembah bekti kepada Sinuhun. Pada upacara ini para abdi dalem dan kerabat keraton mendapat kesempatan untuk bertatap muka secara langsung dengan Sinuhun. Dalam upacara ngabekten tersebut mereka sowan ke keraton dengan menggunakan pakaian kebesarannya masing-masing. Ketika berhadapan dengan Sinuhun, para abdi dalem tidak diperkenankan menatap wajah Sinuhun, mereka duduk bersila secara berlapis-lapis dengan wajah menunduk (temungkul). Cara untuk ngabekten kepada Sinuhun dilakukan secara bergiliran dengan laku ndhodok yaitu berjalan dengan cara berjongkok. Ketika sampai di depan Sinuhun mereka kemudian menghaturkan sembah sungkem dan kembali ke tempat semula mereka duduk dan menunggu sampai Sinuhun jengkar atau bangkit dari tempat duduknya untuk kemudian masuk ke dalam keraton sebagai tanda bahwa upacara ngabekten telah selesai. Setelah upacara ngabekten selesai, para abdi dalem kemudian pulang ke rumah masing-masing untuk mengadakan upacara ngabekten sendiri bersama keluarga (anak cucu). Hal ini dilakukan dengan harapan sawab/berkah yang telah diterima dari Sinuhun ketika mengikuti upacara ngabekten di keraton dapat diteruskan kepada keluarganya di rumah. Setelah acara ngabekten di rumah selesai kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dengan sajian khusus yang khas menu lebaran yaitu hidangan berupa kupat lontong. Ketupat/lontong disajikan dengan menu lain yaitu gudeg, sambal goreng krecek, telur, opor ayam, rambak, kerupuk dan bubuk kedelai. Hidangan khas kupat lontong tersebut mengadung sanepan/pitutur lepat (bersalah) sehingga dengan menyantap hidangan tersebut kita mengakui bahwa kita mempunyai banyak kesalahan.