Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Keris Canthang Balung - Surakarta, Jawa Tengah |
Keris merupakan salah satu peninggalan artefak dari nenek moyang bangsa Indonesia. Salah satunya adalah keris Canthang Balung. Keris Canthang Balung digunakan oleh abdi dalem Canthang Balung dalam upacara Grebeg Mulud di Keraton Kasunanan Surakarta. Canthang Balung sendiri berasal dari kata canthang yang berarti sakit dan balung berarti tulang. Abdi dalem Canthang Balung merupakan abdi dalem priya tanpa tuna yaitu memiliki penampilan dan perilaku yang berbeda dengan para abdi dalem lainnya. Abdi dalem Canthang Balung dalam setiap penampilannya selalu membawa kepyak dari tulang yang diselipkan pada jari-jari dan dibunyikan crek, crek, crek. Abdi dalem Canthang Balung merupakan abdi dalem kalonthangan yang mengepalai para pesinden keraton. Dan abdi dalem ini mempunyai kekhususan yaitu hanya diperlukan oleh raja, keluarga raja atau keraton hanya pada saat diselenggarakannya upacara Grebeg Mulud.
Keris Canthang Balung yang digunakan oleh abdi dalem Canthang Balung memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Warangka
Warangka pada keris Canthang Balung terdapat ricikan (ciri bentuk): lenglengan, angkup, janggut, lata, ri cangkring, godhong, gandar, antup, ri pandan, pancatan, larapan godhong, dan embat. Jenis ladrang yang digunakan dalam keris Canthang Balung adalah keris ladrang jenis kasatriyan (kesatria). Warangka jenis ladrang berbentuk seperti perahu memanjang. Sedangkan ragam hias pada warangka keris Canthang Balung berbentuk motif poleng yaitu komposisi dari susunan motif geometris yang berbentuk bidang segi empat sama sisi beraturan berwarna hitam dan emas dengan garis tepi merah. Pada gandar warangka keris Canthang Balung berwarna merah hati yang menyatu dengan gandar terdapat logo Keraton Surakarta yaitu Radya Laksana.
2. Hulu (Deder)
Hulu (deder) merupakan gagang yang berfungssi sebagai pegangan pada bilah keris. Deder dalam keris Canthang Balung berbentuk figur wayang yaitu nyamba (figur wayang Samba). Adapun ricikan pada hulu keris Canthang Balung adalah dhada, weteng, cecekan ngandhap, bungkul (gembung), pelangen, omah-omahan, panjingan, cethik (cekung), lingir (dering), gigir serta ukiran figur samba.
3. Bilah (Wilahan)
Wilahan atau bilah merupakan bagian inti dari keris. Wilah pada keris Canthang Balung berbentuk luk (berkelok) dan berbentuk lurus. Ricikan pada keris Canthang Balung antara lain pesi, ganja, wilah, buntut (pucukan), gandhik, lambe gajah, jalen-sekar kacang, jenggot, pejetan, tikel alis, sogokan, janur, bungkul, bawang sabungkul, sraweyan, ri pandan, kanyut, thingil, greneng, randununut, ada-ada, gusen, kruwingan, sor-soran dan kudhup (pucuk). Bilah keris Canthang Balung memiliki 2 bentuk dapur yaitu dhapurcarita mangkurat I untuk keris yang berkelok (luk) dan dhapurmundharang untuk keris yang lurus.
4. Mendak
Mendak merupakan hiasan yang bentuknya seperti cincin melingkar menghubungkan deder dengan bilah pada gonjo (pesi bilah keris). Mendak pada keris Canthang Balung pada keris dengan bilah luk mendak tanpa ragam hias (polos) sedangkan pada bilah lurus mempunyai ragam hias butiran pasir yang melingkupi selubung mendak dengan motif geometris segitiga dengan warna keemasan.
5. Pamor
Pamor pada keris Canthang Balung pada bilah lurus berbentuk pamor rambut dan pada bilah luk berbentuk pamor wos wutah.
Keris Canthang Balung memiliki fungsi sebagai kelengkapan/ubarampe pada upacara Grebeg Mulud. Dan nilai yang terkandung adalah pengejawantahan simbol perjalanan hidup manusia dan harapan yang memuat falsafah hidup manusia sekaligus merupakan penggambaran perwujudan kehidupan manusia ke arah pencapaian kesempurnaan hidup dalam hubungan antara manusia (kawula) dan Tuhannya (Gusti) serta lingkungan sekitarnya (alam dan manusia lainnya).