Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Khitanan Osing |
Khitanan Osing merupakan upacara untuk merayakan seorang anak Osing yang dikhitankan. Upacara khitanan Osing ini masih dilakukan oleh warga Kabupaten Banyuwangi yang masih memegang teguh tradisi Osing diantaranya di Kecamatan Glagah, Kecamatan Kota Banyuwangi, dan Kecamatan Rogojampi. Dalam masyarakat Osing seorang anak yang dikhitankan sering diartikan sebagai di Islamkan. Khitanan di Banyuwangi berlaku bagi anak laki-laki maupun perempuan. Khitanan pada anak perempuan dilakukan secara khusus yang berbeda dengan khitanan pada anak laki-laki.
Khitanan yang dilakukan kepada anak laki-laki selalu dilaksanakan secara besar- besaran. Pengkhitanan biasanya dilaksanakan pada usia sekitar tujuh tahun. Dahulu kegiatan khitanan dilakukan oleh dukun sunat secara tradisional dengan alat yang dinamakan calug. Untuk penyembuhannya dilakukan dengan memberikan lenga putih (minyak putih). Pemilihan untuk hari pelaksanaan khitanan tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi mencari hari yang baik berdasarkan perhitungan tertentu.
Pelaksanaan khitanan terlebih dahulu diawali dengan acara memule saudara si anak (ari-ari) dan mengirim kabar kepada para leluhur yang dipimpin oleh sesepuh. Selain itu dilakukan pula selamatan di makam Buyut Cili dengan memberikan sesaji berupa tumpeng serakat dengan uba rampe utama berupa pecel pitik. Sesaji ini dengan maksud agar yang punya hajat dan si anak yang dikhitan dijauhkan dari berbagai halangan dan bahaya serta segala sesuatu yang dilakukan dapat membuahkan hasil yang baik.
Prosesi awal pelaksanaan khitanan adalah sebelum berangkat ke dukun atau mantri sunat, si anak meminta doa restu kepada para tamu undangan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sedhekahan dan tahlilan serta pembacaan Lontar Yusuf semalaman. Penyelenggaran khitanan pada masyarakat Osing dirayakan dengan menanggap hiburan selama beberapa malam. Kesenian yang ditanggap antara lain barong, seblang atau angklung. Sedangkan para tamu undangan yang datang dengan membawa sumbangan dalam berbagai bentuk kepada si anak. Sumbangan tersebut misalnya berupa uang atau pakaian.