Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaTradisi Rebo Pungkasan - Banyuwangi, Jawa Timur
Petik Laut adalah sebuah ritual tradisional yang dilaksanakan oleh masyarakat nelayan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rezeki yang berlimbah. Berbeda dengan di Muncar, Grajagan, Blimbingsari maupun di kawasan nelayan lainnya, masyarakat nelayan di Pantai Cacalan (Kelurahan Sukowidi), Pantai Bulusan (Kelurahan Bulusan) dan sekitarnya menyebut acara Petik Laut dengan sebutan Tradisi Rebo Pungkasan karena ritual dilaksanakan pada hari Rabu terakhir di bulan Sapar. Menurut Ketua Komunitas Penyelamat Pantai Cacalan, Ribut Haritono, bahwa tradisi Rebo Pungkasan merupakan tradisi turun-temurun yang sudah ada sejak lama. Tradisi ini dilaksanakan pada bulan Sapar karena masyarakat percaya bahwa pada hari Rabu terakhir di bulan Sapar itu banyak malapetaka yang akan terjadi terutama di sumber-sumber mata air. Maka sebagai upaya menolak bala warga menggelar selamatan di pinggir pantai dan berdoa bersama untuk memohon agar diberi keselamatan dan dijauhkan dari marabahaya. Usai acara selamatan warga pun berhamburan ke laut untuk mandi bersama-sama. Tradisi Rebo Pungkasan diawali dengan arak-arakan hasil bumi dan tumpeng, keliling desa yang kemudian berakhir di Pantai Bulusan. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa dan makan bersama dengan para pengunjung Pantai Bulusan. Mereka juga dihibur dengan pertunjukan tradisional Jaranan satu hari penuh hingga menjelang maghrib. Beda dengan yang dilakukan oleh warga nelayan Pantai Bulusan yang sebagian menyebut ritual ini dengan sebutan ‘rebo wekasan’ mengakhiri prosesi ‘selamatan air’ ini dengan melarung sesaji ke tengah laut, mirip dengan yang biasa dilakukan para nelayan Muncar saat acara ‘petik laut. Seorang tokoh nelayan Pantai Bulusan, Jarno menjelaskan tradisi Petik Laut ‘rebo wekasan’ ini pada dasarnya sama dengan tradisi petik laut di pesisir-pesisir lainnya. Menurut Jarno, pelaksanaan upacara petik laut di beberapa kawasan pantai di Banyuwangi tidak selalu bersamaan waktunya. Menurutnya ada yang dilaksanakan pada bulan Syuro, bulan Shafar atau bulan-bulan tertentu yang diyakini sebagai ‘hari baik’. Dan di Kelurahan Bulusan acara tersebut selalu dilaksanakan pada rebo wekasan atau hari rabu terakhir di bulan Shafar. Namun pada dasarnya semuanya sama. Hanya nama dan sebutannya saja yang berbeda-beda. Kalau di Klatakan dan Bulusan sini namanya rebo wekasan, kalau di Pulau Santen dan Pantai Sukojati orang meneybutnya acara sapar-saparan.