Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Kesenian Badut - Wonogiri, Jawa Tengah |
Dalam kehidupan sehari-hari maka jika ada yang menyebut badut, imaji orang langsung terbawa pada sosok lucu dan menghibur. Namun demikian sosot badut yang hadir di Dusun Banar Lor, Desa Jepara, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, yang dinamakan badut adalah sebuah kesenian Badut yakni bentuk kesenian rakyat yang menitikberatkan pada lawakan dengan diselingi tarian dan lagu oleh pemain badut. Penampilan itu biasanya diiringi oleh seperangkat gamelan. Dalam pergelarannya, badut dibantu oleh dua penari gambyongan. Tata rias dan busana badut dapat dikatakan sederhana. Ragam gerak kesenian badut juga sederhana, begitu pula pola lantai dalam setiap penampilannya. Badut umumnya memakai riasan yang cukup tebal dan terkesan “norak”. Untuk gambyongan, tata rias dan busana para penari gambyong. Juga sederhana.
Lawakan yang dibawakan biasanya mengambil ide dari kehidupan sehari hari yang terjadi di masyarakat. Lawakan yang dibawakan juga menjadi sarana kritik sosial dan juga tuntunan, di samping itu adalah sebagai sarana hiburan warga masyarakat. Kesenian badut Badut biasanya ditampilkan dapat upacara desa seperti acara Rasullan.
Di masyarakar Banar Lor, Wonogiri, kesenian badut yang hadir dalam upacara rasulan memiliki fungsi yang sangat penting, sebab tidak hanya sebagai sarana hiburan namun juga menjadi sarana ruwatan bagi upacara yang digelar warga tersebut. Badut dalam upacara rasulan menjadi pelaku ruwatan. Oleh karena itu dalam pergelarannya biasanya para peserta ruwatan duduk melingkar dilantai. Penerangan yang ada di arena itu dengan memakai obor. Sarana yang dipakai adalah baskom sebagai tempat untuk meletakkan sesaji yang dipakai untuk ruwatan.
Oleh karena itu kehadiran badut dalam ritual rasulan dusun sarat dengan makna sakral. Namun begitu karena fungsi yang lainnya adalah sebagai sarana hiburan bagi warga dusun maka, badut pun hadir dengan lawakan lawakannya. Dan muatan yang ada di dalam lawatan adalah untuk sarana edukasi warga, karena mengandung unsur pendidikan yang dibungkus dengan lawakan yang menghibur. Diharapkan muatan pendidikan yang ada dalam setiap lawakan badut dapat membantu sosialisasi dan edukasi untuk warga Banar lor.