Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Kerajinan Batik Kayu - Kab. Bantul, DIY |
Sejarah:
Krebet adalah sebuah daerah bertanah kapur yang tandus. Krebet masuk wilayah Kalurahan Sendangsari, Keacamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. Pada awalnya sebelum tahun 1975 masyarakat Krebet mengandalkan pertanian sebagai sumber mata pencaharian. Tetapi karena kegiatan pertanian hanya berlangsung musiman dan mengandalkan pengairan tadah hujan serta keadaan tanahnya yang tandus, maka warga setempat mengembangkan keahlian lain untuk membuat barang-barang kerajinan dari kayu yang dibatik. Perkembangan usaha batik kayu yang berlangsung turun temurun dari geneeasi tua ke generasi muda Secara alamiah. Hingga saat ini, Krebet menjadi sentra kerajinan batik kayu yang terkenal di Yogyakarta
Deskripsi:
Batik yang kita kenal biasanya digambar di atas kain, akan tetapi warga Dusun Krebet, Sendangsari, Pajangan, Bantul telah menghasilkan karya batiknya di atas kayu. Mereka memanfaatkan kayu sebagai media untuk membatik hingga mampu menghasilkan karya-karya cantik bernilai tinggi yang banyak diminati oleh wisatawan domestik maupun manca negara.
Kayu yang digunakan sebagai media batik di antaranya kayu akasia, maoni, bambu, sengon, klepu, pule dan kayu kembang. Dipilihnya kayu-kayu tersebut karena tekstur kayu tidak keras sehingga mudah dibentuk dan mudah menyerap cairan (pewarna), selain itu kayu tidak berminyak. Selain kayu bahan yang digunakan untuk membuat batik kayu yaitu cat, pewarna, ampelas, canting, dan kompor minyak.
Proses membatik dengan media kayu pada prinsipnya sama dengan membatik pada media kain. Untuk membatik dimulai dengan menggambar pola, namun sebelumnya kayu dikeringkan terlebih dahulu baru kemudian digambar pola dan diukir motifnya. Kemudian dilanjutkan dengan melapisi dan menutup pola dengan lilin cair. Proses selanjutnya pewarnaan dan proses terakhir yaitu pelepasan lilin. Pada batik dengan media kayu polanya dibuat secara manual. Oleh karena tentu akan membutuhkan keterampilan dan ketelitian tersendiri, berbeda dengan membatik di atas kain. Oleh karena proses pembatikan batik kayu biasanya dilakukan oleh kaum perempuan. Pada proses pewarnaan pada batik kayu menggunakan pewarna khusus yang diimpor dari Jepang dan Cina. Adapun motif batik kayu yang dibuat oleh warga Krebet adalah seperti motif parangrusak, parangbarong, kawung, garuda, sidorahayu, sidomukti, dan motif lainnya.
Berbagai produk kerajinan yang dihasilkan oleh warga Krebet ada beberapa macam jenis seperti topeng, wayang, almari, asesoris rumah tangga, patung kayu, kotak perhiasan, dan hiasan batik kayu lainnya. Harga yang ditawarkan bervariasi dengan kisaran harga mulai dari yang murah hingga jutaan rupiah. Untuk pemasarannya pun tidak hanya di dalam negeri, tetapi telah merambah pasar manca negara.