Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaCerita Rakyat Ki Kerta Bangsa - Semarang, Jawa Tengah
Sejarah: Salah satu cerita rakyat yang lahir dan berkembang di Dusun Prampogan, Desa Payungan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah adalah Cerita Rakyat Ki Kerta Bangsa. Cerita trakyat tersebut di wariskan secara lisan dari generasi ke generasi yang hingga saat ini cerita rakyat tersebut masih cukup terjaga dengan baik oleh masyarakat setempat maupun masyarakat pendukungnya. Cerita rakyat Ki Kerta Bangsa memiliki cerita yang dipercaya keberadaannya oleh masyarakat setempat maupun sekitarnya. Bermula dari cerita mengenai sosok prajurit Kraton Mataram yang sakti, berwibawa, berbudi pekerti luhur, dan baik, maka banyak yang datang sekedar mengadakan doa mencari berkah atau sering disebut “ngalap berkah” di makam Ki Kerta Bangsa di Dusun Prampogan. Mereka menganggap tempat tersebut tempat yang keramat yang dapat mengabulkan sebuah permintaan. Deskripsi: Cerita Rakyat Ki Kerta Bangsa yang ada di Dusun Prampogan, Desa Payungan . Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang , Jawa Tengah merupakan tradisi lisan yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Cerira rakyat Ki Kerta Bangsa hingga kini masih teraga oleh masyarakat pendukungnya. Cerita Rakyat tersebut mempunyai fungsi antara lain : (a). Sebagai alat pemaksa dan pengawas agar norma-norma masyarakat selalu dipatuhi anggota kolektifnya. (b). Sebagai sarana pendidikan yang dapat dijadikan cerita pengantar tidur bagi anak dan juga contoh dalam memberikan pendidikan kepada anak (c) Sebagai Sarana Hiburan karena dalam acara sadranan terdapat musik campursari dan arak-arakan sesajen sehingga membuat masyarakat merasa terhibur. (d) Fungsi ekonomi yang dapat memberikan rejeki tambahan bagi masyarakat setempat yaitu dengan menjual jasanya seperti ojek, menjual makanan dan minuman, serta tempat parkir. Nama tokoh Ki Kerta Bangsa pada cerita tersebut adalah seorang prajurit Kraton Mataram yang kala itu Panembahan Senapati sebagai rajanya. Sebagai seorang prajurit keraton Ki Kerta Bangsa merupakan salah satu prajurit yang mumpuni karena memiliki sifat dan ilmu yang dimiliknya. Ki Kerta Bangsa juga memiliki 2 buah senjata yaitu keris Kyai Blencok dan tombak Kyai Ceblok yang didapatkannya dari salah seorang gurunya. Ki Kerta Bangsa tumbuh di lingkungan keraton membuat menjadi sosok prajurit yang disegani di antara prajurit lainnya. Banyak pelajaran didapatnya dari lingkungan keraton berupa ilmu kejawen, strategi perang, maupun kepemimpinan yang membuatnya sangat mumpuni menjadi seorang prajurit keraton. Keraton sendiri merupakan sebuah pusat pemerintahan di mana semua hal yang menyangkut kehidupan orang banyak diatur di dalamnya. Banyak orang yang mengabdi kepada keraton dan raja yang memimpinnya, sebab semua perkataan raja merupakan kebenaran dan tidak boleh dilawan atau ditolak. Tetapi dengan perkembangan zaman sekarang ini banyak keraton-keraton di Indonesia memilki peran hanya sebagai pusat pemeliharaan kebudayaan bukan sebagai pusat dari pemerintahan seperti zaman dahulu. Keberadaan cerita rakyat Ki Kerta Bangsa yang terletak Dusun Prampogan, Desa Payungan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah merupakan salah satu bentuk cerita rakyat yang memiliki ajaran-ajaran yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Manusia sebagai makhluk sosial hendaknya dapat menjadi seseorang yang dapat dipercaya oleh orang lain. Sebab untuk menjadi seseorang yang dapat dipercaya tidaklah mudah, karena kepercayaan merupakan salah satu modal menjadi seorang pemimpin. Menjadi seorang pemimpin merupakan sebuah kehormatan kerena mendapat sebuah kepercayaan dari orang yang memilihnya. Sosok Ki Kerta Bangsa dikenal sebagai seorang pemimpin pasukan kraton yang menjadi kepercayaan oleh Panembahan Senapati dalam memimpin pasukan Mataram ke Semarang untuk merebut wilayah Semarang dari tangan Batavia. Hal tersebut diterima olah Ki Kerta Bangsa dan dilaksanakan dengan sebaik mungkin. Ini wujud dari seorang pemimpin yang rela berkorban untuk negaranya agar tetap menjadi satu. Dengan menerima tugas dari Panembahan Senapati untuk memimpin pasukan ke Semarang merupakan sebuah wujud kerelaan Ki Kerta Bangsa. Banyak hal yang ditinggalkan oleh Ki Kerta Bangsa di Mataram termasuk keluarganya, tetapi demi semua tugas itu beliau rela untuk meninggalkannya. Kerja keras merupakan kunci untuk mendapatkan apa yang diinginkan maupun untuki menjadi sukses. Semua orang pasti memiliki cita-cita yang ingin diwujudkan, dan itu seharusnya dapat dikejar dengan sepenuh hati dan berjuang tanpa mengenal lelah Hal itu pula yang dikerjakan oleh Ki Kerta Bangsa dalam mendapatkan 2 buah senjatanya yaitu Kyai Blencok dan tombak Kyai Ceblok dengan tidak mudah dan harus melalui beberapa ujian dari gurunya. Semua itu terlihat saat Ki Kerta Bangsa sedang belajar berbagai ilmu dari para gurunya. Banyak rintangan yang harus ditempuhnya, diantaranya adalah bersemedi atau tapa kungkum selama 40 hari. Semedi atau tapa adalah salah satu contoh hidup prihatin dalam rangka lebih mendekatkan diri terhadap Tuhan YME. Orang dahulu suka bersemedi atau bertapa untuk lebih mendekatkan diri terhadap sang Penciptanya