Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Rokat Taseh/Petik Laut - Sampang, Jawa Timur |
Sejarah:
"Rokat Tasek" atau yang juga dikenal dengan istilah "Petik Laut" adalah budaya tradisional yang selama ini tumbuh dan berkembang di masyarakat Sampang. Di Jawa atau di beberapa daerah lain di Indonesia sebenarnya ada juga tradisi petik laut, sebagaimana di Sampang tetapi nilai keunikan yang dimiliki dalam tradisi petik laut tersebut tidak sama dengan keunikan yang dimiliki masyarakat Sampang, karena setiap daerah memiliki mitologi sendiri-sendiri, yang itu sering menjadi dasar dari kegiatan ritual masyarakat.
Upacara Rokat Tasek sudah dilakukan masyarakat Nepa sejak lama dan telah menjadi tradisi turun temurun bagi masyarakat nelayan. Upacara itu sebagai ucap syukur atas rizki yang telah diberikan dan juga sebagai sebuah permohonan agar mereka selalu diberi keselamatan saat melakukan kegiatan melaut.
Deskripsi:
Tradisi Rokat Tasek atau Petik Laut merupakan budaya tradisional yang selama ini tumbuh dan berkembang di masyarakat sekitar Pantai. Di Sampang upacara ini dapat dijumapai di Pantai Raden Segoro, Desa Nipa, Kecamatan Banyuates, Sampang.
Pada dasarnya upacara ini sebagai sebuah permohonan agar kegiatan melaut yang dilakukan masyarakat nelayan dapat berjalan lancar tanpa halangan dan mendapat keselamatan. Juga sebagai ucap syukur atas limpahan rezki yang telah diberikan kepada mereka. Tradisi ini berupa labuhan sesaji di laut yang disertai iring-iringan kesenian khas Madura seperti music Sronen, Tayuban, Tari Muang Sangkal, dsb.
Tradisi Rokat Tasek sudah dilakukan masyarakat sejak lama dan telah menjadi tradisi, dalam perkembangannya upacara ini dipakai sebagai agenda tahunan oleh pemerintah daerah setempat. Tradisi ini setiap tahun dilaksanakan dan selalu diagendakan oleh pemerintah daerah Sampang. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk melestarikan budaya leluhur, juga agar pengunjung atau wisatawan dari luar Madura banyak yang datang ke Sampang. Tatkala aspek pariwisata masuk dalam tradisi lokal masyarakat yang tadinya berbasis ritual adat, maka kegiatan ritual itu kemudian tampil dalam kemasan yang lebih rapi dan meriah. Unsur pariwisata menjadi dominan.
Dengan tetap melestarikan budaya tradisional sebagaimana petik laut, nantinya akan banyak menarik minat para wisatawan untuk berkunjung ke kota Bahari tersebut baik wisatawan domestik maupun para wisatawan asing. Tradisi ini memiliki keunikan tersendiri.