Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKerajinan Jamu - Sampang, Jawa Timur
Sejarah: Pulau Madura tidak hanya dikenal sebagai penghasil garam, tetapi juga populer dengan ramuan jamu tradisionalnya. Kerajinan jamu di Madura dapat dijumpai di Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan juga Sumenep. Kerajinan jamu tradisional ini juga menjadi salah satu aset dari Madura. Sayangnya usaha rumahan (home industri) jamu racikan itu, sekarang sulit untuk berkembang. Sebagian besar generasi muda tidak bersedia untuk menekuni warisan tradisi leluhur tersebut. Padahal Kerajinan Jamu sebetulnya merupakan aset kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Jamu ramuan Madura yang sangat tersohor khasiatnya itu, kini mulai ditinggal penerusnya sehingga usaha peracikan jamu sekarang banyak yang gulung tikar. Bahkan, di Kabupaten Sampang hanya tinggal dua (2) orang yang masih mampu bertahan mengembangkan usaha racikan jamu. Salah satunya adalah Hj. Hayati Waladi yang merupakan pewaris generasi ketiga dari usaha jamu yang dirintis keluarganya sejak 100 tahun lalu. Deskripsi: Arus globalisasi yang melanda Indonesia berpengaruh terhadap dalam perkembangan usaha jamu, ramuan Madura. Sekarang usaha itu sudah mulai ditinggal penerusnya. Akibatnya usaha peracikan jamu banyak yang gulung tikar. Salah seorang peracik ramuan jamu Madura, yaitu Ibu Arif kini sudah meninggal, namun beruntung masih ada Hj. Hayati Waladi DH, yang juga pakar di bidang peracikan jamu. Hj. Hayati Waladi sejak masa kecilnya memang tidak asing dengan dunia jamu. Beliau lahir dari keluarga pencinta jamu tradisional. Tidak heran apabila beliau sangat mencintai ramuan pengobatan yang mulai ditinggalkan oleh generasi muda tersebut. Berangkat dari permasalahan itu ibu Hj. Hayati Waladi mulai mengembangkan usaha kerajinan jamu milik keluarga, dan beliau adalah generasi ketiga dari pemilik kerajinan jamu. Beliau bertekad mengangkat kembali citra Madura sebagai penghasil jamu berkhasiat. Tekad untuk mengangkat jamu tersebut berangkat dari rasa keprihatinan melihat perkembangan jamu tradisional Madura yang semakin mengkhawatirkan. Misalnya, banyak beredar jamu yang tidak mengutamakan mutu tetapi justru mengandung zat kimia dengan dosis yang tidak sesuai, beredar masyarakat. Dengan demikian, sangat perlu untuk selalu memperkenalkan kembali bagaimana meracik jamu tradisional yang berkualitas, tanpa mengandung zat kimia supaya masyarakat mengetahuinya. Padahal sebenarnya jamu ramuan Madura khasiatnya sangat manjur bagi kebugaran tubuh dan tidak mengandung efek samping yang membahayakan kesehatan. Jamu ramuan Madura juga tidak mengandung zat kimia, tetapi bahan bakunya murni dari unsur tumbuh-tumbuhan. Perusahaan jamu yang dikelola Hj. Hayati Waladi bertempat di Jalan Pahlawan, Rongtengah, Kota Sampang, Sampang, Madura. Bahan-bahan baku didapatkan dari para petani, kemudian diproses baik menjadi jamu yang kering ataupun yang berbentuk instant maupun yang kemudian dikemas dalam tablet. Pengembangan baik dalam hal produk maupun model kemasan selalu dikembangkan di perusahaan jamu Madura Sari. Usaha itu membuahkan hasil karena sampai sekarang pasar jamu ini telah mencapai Singapura dan Jerman. Dalam hal kualitas Madura Sari selalu mengundang dari dinas terkait yang dapat membantu menjaga mutu/kualitas produk. Produk jamu Madura Sari yang dikelola Hj. Hayati Waladi antara lain berupa jamu empot-empot ayam atau legit wangi, tongkat Madura, galian rapet, serta berbagai jamu yang mengobati masalah organ intim kewanitaan.