Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKERAJINAN TIKAR BAWEAN - Gresik, Jawa Timur
Sentra kerajinan anyaman tikar Bawean berada di Desa Gunung Teguh, Kec. Sangkapura - Bawean, Kab. Gresik, Prov. Jawa Timur. Lokasi desa tersebut yang berjarak sekitar 5 km dari pleabuhan Bawean. Tikar berbahan dasar pandan tersebut dibuat secara manual (handmade) oleh masyarakat khususnya wanita yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kegiatan mengisi waktu luang dan untuk tambahan penghasilan sehingga membantu suami mereka yang kebanyakan meratau ke luar Pulau Bawean baik di dalam maupun luar negeri. Bahan baku pandan didapatkan dari sekitar Pulau Bawean yang masih banyak tumbuh di pulau ini. Selain dianyam untuk tikar, pandan juga digunakan untuk kerajinan lainnya seperti; tas, dompet, sajadah, souvenir, dan sebagainya. Keunikan dari produk anyaman produk ayaman dari Bawean adalah menggunakan warna-warna mencolok sepeti merah, ungu, hijau, biru, oranye, dan sebagainya dengan berbagai motif sehingga cukup menarik dan dinamis. Zat pewarna yang digunakan untuk kerajinan anyaman ini gabungan dari pewarna alami dan kimia modern. Adapun nama-nama motif pada kerajinan anyaman Bawean khsusunya pada tikar antara lain; bulu ayam, mata lembu, okel-okel, sisik bangi, deniris, mata etek, beras tumpah, dan sebagainya. Untuk tikar dengan ukuran 1x2 meter dijual dengan harga Rp. 150.000; sedangkan untuk produk lainnya seperti dompet, tas, dan souvenir berkisar antara Rp.15.000; - Rp. 200.000; (harga tahun 2018).