Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Larung Sukerto di Kampung Sruni - Wonosobo, Jawa Tengah |
Sejarah:
Bagi warga Kampung Sruni setiap menjelang tanggal 1 Suro secara rutin mengadakan larung sukerta. Kata larung berarti dihanyutkan, sedang sukerta berarti masalah (problem). Jadi kata larung sukerta mempunyai makna membuang problem (yang disembulkan sesaji) dengan cara menghanyutkan ke sungai.
Sebagian masyarakat Sruni percaya bahwa ritual larung sukerta akan membawa keberkahan misalnya bagi pedagang akan maju usahanya, bagi pegawai akan sukses kariernya, bagi pelajar akan mudah menerima pelajaran. Selain itu kegiatan larung sukerta akan mempererat persaudaraan di antara sesama warga.
Deskripsi:
Satu hari sebelum tanggal 1 Suro masyarakat Dusun Sruni telah menyiapkan beberapa perlengkapan baik yang berupa makanan maupun perlengkapan yang akan dilarung. Perlengkapan ini disiapkan oleh bayan kampung Sruni.
- Sesaji yang dilarung terdiri dari bunga setaman (bunga mawar merah, mawar putih, kantil, kenanga, cempaka, kecapiring).
- Perlengkapan sesaji tidak menggunakan ingkung sebab ingkung berasal dari makhluk hidup.
- Sejumlah perlengkapan ada yang berupa tumpeng nasi kuning, buah-buahan, berbagai bubur, ketan, jajan pasar, berbagai macam minuman. Semua perlengkapan ini mengandung makna
Kegiatan yang dilaksanakan oleh warga adalah sebagai berikut: pada sore hari menjelang tanggal 1 Suro, sesepuh dusun pergi keempat penjuru kampung. Mereka sambil berjalan mengucapkan kidung-kidung atau doa, sesudah itu meletakkan sesaji di keempat penjuru kampung. Setelah itu lalu membakar dupa, diteruskan dengan memanjatkan doa yang dilakukan secara urut mulai dari penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, selanjutnya pemuka agama Hindu, Budha, Kristen dan Islam. Selanjutkan makan bersama yang telah dipersiapkan. Tepat pada tengah malam para warga dengan mengenakan busana Jawa membawa sesaji yang akan dilarung dengan penerangan obor. Sesaji dibawa menuju ke pertemuan sungai Semagung dengan sungai Satsatan, disinilah sesaji yang disiapkan untuk dilarung diletakkan.