Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) |
Sejarah:
PSHT merupakan sebuah organisasi "Persaudaraan" yang bertujuan membentuk manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam jalinan persaudaraan kekal abadi. Organisasi ini berdiri tahun 1922 oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo di Desa Pilangbango (sekarang Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun). Ki Hadjar Hardjo Oetomo adalah siswa kinasih dari Ki Ageng Soerodiwirjo (pendiri aliran pencak silat Setia Hati Terate yang dikenal sebagai aliran SH). Beliau juga tercatat sebagai pejuang perintis kemerdekaan Republik Indonesia.
Diawal perintisnya, perguruan pencak silat yang didirikannya ini bernama Setia Hati Pencak Sport Club (SH PSC) dan ini lebih memerankan diri sebagai basis pelatihan dan pendadaran pemuda Madiun dalam menentang penjajahan. Untuk mensiasati kolonialisme, perguruan ini sempat berganti nama dari SH PSC menjadi Setia Hati Pemuda Sport Club, agar Belanda tidak menaruh curiga dan tidak membatasi kegiatannya. Pada tahun 1922 SH PSC berganti nama lagi menjadi Setia Hati Terate, nama ini merupakan inisiatif Soeratno Soerengpati siswa Ki Hadjar yang juga tokoh perintis kemerdekaan yang berbasis Serikat Islam (SI).
Deskripsi:
Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Terdapat 5 dasar ajaran yang terkandung dalam Persaudaraan Setia Hati Terate dalam berkiprah di tengah-tengah masyarakat. Ke 5 dasar ajaran itu terangkum dalam konsep pembelajaran yang dinamakan "panca dasar" yaitu persaudaraan, olah raga, seni, bela diri dan kerohanian. Lewat konsep pembelajaran yang terangkum dalam panca dasar, PSHT berupaya membimbing warga untuk memiliki 5 watak dasar yaitu:
1. Berbudi luhur tahu benar dan salah serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Pemberani
3. Berhadapan dengan masalah kecil dan remeh mengalah, baru bertindak jika menghadapi masalah prinsip yang menyangkut harkat dan martabat kemanusiaan.
4. Sederhana
5. Memayu hayuning bawana (berusaha menjaga kelestarian, kedamaian bumi)
Sebagai organisasi cinta perdamaian, PSHT memformat warganya lewat beberapa butir filsafat perjuangan hidup antara lain:
1. Seberat apapun cobaan yang diterima manusia jika dijalani dengan lapang dada akan diperoleh hikmah yang tidak terkira.
2. Sebaik-baiknya manusia jika memberikan pertolongan dengan iklas tanpa pamrih dan tidak perlu diketahui orang lain.
3. Jangan suka berbuat jelek pada sesama, berbuatlah kebajikan pada sesama.
4. Jangan suka mencelakakan orang lain, tidak ada jeleknya membuat senang orang lain.
5. Jangan merasa diri paling super, tapi sadar diri dan sadar akan keberadaan orang lain.
6. Segala darma pasti akan berubah, apapun perbuatan yang kita lakukan pasti akan kembali pada diri kita sendiri