Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaCalung Obor
Selain buroq di Brebes, Jawa Tengah juga terdapat kesenian pengggugah sahur yakni Calung Obor. Namun seiring perkembangan zaman kesenian ini hampir punah. Untuk melestarikan seni Calung Obor ini puluhan pelajar di Brebes menghidupkan kembali tradisi Calung Obor dengan berkeliling kampung menjelang sahur. Tradisi Calung Obor yang sudah lama tidak pernah dilakukan warga Brebes, Jawa Tengah kini dihidupkan kembali oleh puluhan pelajar MAN 01 Brebes sebagai kesenian pengugah sahur. Guna menyemarakan Ramadhan 1430 Hijriyah, puluhan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Brebes 1 mengusung Calung keliling kampung. Dari pintu ke pintu mereka membangunkan warga untuk bersahur dengan iringan tembang-tembang religi. “Membangunkan orang untuk sahur, bagian dari ibadah,” ujar Wakil Kepala Sekolah bidang Humas MAN Brebes Drs. Tedjo Asmoro yang ikut mendampingi siswanya tersebut. Menurut dia, kegiatan itu dilakukan tiap tahun sebagai bakti siswa MAN kepada masyarakat sekitar. Dia menjelaskan, digunakannya alat musik Calung karena enak didengar dan tidak memekan telinga. Di samping itu, untuk mempertahankan budaya lokal. Kegiatan yang dimulai pukul 12.00 WIB itu, diawali dengan istighosah guna memohon perlindungan Allah SWT dari Bencana dan sukses dalam belajar. Selanjutnya, sholat tahajud berjamaah di sekolah setempat. “Bencana yang melanda negeri ini, menjadi keprihatinan kami juga sehingga perlu mohon ampunan agar terhindar dari segala marabahaya,” ujar Tedjo. Sedang keliling kampung dimulai sekitar 01.00 dengan menyusuri gang-gang perkampungan. Diantaranya melewati jalan Yos Sudarso, Perumahan Dedy Jaya, Jalam KH Ahmad Dahlan, Pasar Atang, Alun-alun Brebes, Kampung Kleben dan Kampung Kauman. Selain musik calung dengan tembang-tembang religi, puluhan siswa mengusung obor berbaris dan berjoget mengikuti irama calung. “Sahur-sahur.......,” ucap mereka dengan serentak. Iring-iringan musik sahur calung ala anak MAN itu, disambut antusias warga sekitar. Mereka dengan senyum yang dikulum menyambutnya. Bahkan salah seorang di kampung kauman mempersilahkan rombongan calung untuk bersantap sahur bersama. Para pelajar keliling kampung sambil memainkan alat musik calung dan membawa puluhan obor. Sepanjang jalan selain menyanyikan lagu-lagu Jawa, para pelajar juga menyerukan warga untuk sahur. Selain senang dibangunkan dari tidur, warga juga merasa terhibur oleh kesenian ini. Pasalnya suara alat-alat musik calung tidak memekakan telinga dan lagu-lagunya enak didengar. Calung Obor ini dahulu selalu menyemarakan bulan ramadhan, karena warga disejumlah tempat di Brebes selalu melakukannya keliling kampung untuk membangunkan orang untuk bersantap sahur. Namun seiring perkembangan zaman, kesenian Calung Obor hampir punah. Atas dasar itulah para pelajar MAN 01 Brebes ini berupaya mengangkat kembali kesenian calung obor selama bulan ramadhan. Kedepan diharapkan seni Calung Obor ini kembali banyak digemari warga Brebes seperti dulu, sehingga suasana ramadhan tambah meriah.