Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Kerajinan Marmer Hitam - Panggul, Kab. Trenggalek, Jawa Timur |
Sejarah :
Marmer merupakan salah satu hasil sumberdaya alam di wilayah Kabupaten Trenggalek tepatnya berada di Gunung Marmer.
Awalnya Marmer ini digunakan sebagai bahan bangunan rumah. Dalam perkembangannya, Marmer tersebut dikemas menjadi kerajinan, dan saat ini Marmer dikemas menjadi bahan hias (unik, lampu hias, patung kuda).
Lokasi atau tempat pengrajin marmer, awalnya ada beberapa tempat, yaitu: di kecamatan Karangan, Kecamatan Panggul, Kecamatan Watulimo, Kecamatan Kampak, Kecamatan Bendungan dan Kecamatan Dongko. Kini tinggal Kecamatan Panggul yang masih memproduksi bahan dari marmer untuk membuat hiasan taman.
Deskripsi :
Diambil dari gunung Sanggung (G. Marmer). Saat ini kerajinan marmer dibuat bahan hiasan (hiasan taman yang berwujud patung kuda) Singa, yang bahannya berasal dari perpaduan marmer dan onik.
Untuk menghasilkan produk kerajinan batu marmer atau onik, bahan bakunya tidak hanya dari Trenggalek tetapi juga dari Tulung Agung dan Gresik.
Harga batu marmer per ton Rp. 100 000 ,- sedang baatu onik per ton Rp. 160 000,-, sedang bahan untuk mengkilatkan dan melicinkan batu adalah kertas mafeli buatan Italia, atau sejenis kertas pasir yang dapat dibeli di Surabaya.
Mengingat untuk membuat hiasan taman dari marmer ini sangat rumit, dibutuhkan orang-orang yang terampil dan cukup lama. Menurut pengakuan seorang pengrajin, untuk ongkos pemoles Rp. 2500 ,- perbatang untuk ukuran standar, untuk ongkos tukangnya rata-rata Rp. 5000 ,- per hari.