Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaTari Tadional Langen Tayub , Kab Trenggalek, Jawa Timur
Sejarah : Tayub atau Langen tayub adalah salah satu bentuk tari pergaulan dan sangat memasyarakat di wilayah Kabupaten Trenggalek. Dalam seni tayub ini, penari putra disebut sebagai pengibingsedangkan penari putri disebut waranggono, yang sekaligus sebagai vokalisnya. Selain penari adaseorang lagi yang bertugas sebagai pembagi giliran dalam menari dengan mengalungkan sampur pada calon penari berikutnya. Dalam perkembangannya, tari tayub ini berkembang pesat di wilayah pegunungan (di Kec. Suruh, Pule, Dongko, Tugu, Kampak, Tugu watulimo, Menjangan dan Panggul) Kab. Trenggalek. Deskripsi : - Seniman yang terlibat. - Pengrawit ± 20 orang sesuai jumlah perangkat gamelan. - Pramugari bertugas membagi untuk para tamu di dampingi waranggono. - Gamelan: saron, kendang, rebab, gong, kethuk kenong, bonang, demung, slenthem, gambang, peking, siter. - Waranggono (perempuan) seniwati yang ikut tayub. - Yang ikut wayang nama: Sinden. - Awalnya yang ikut tayub 3 orang penari, yang penari utama (yang digedak jatah sampur) dan 2 penari nglarehi / menemani. - Dalam perkembangan, karena jumlah tamu banyak, tidak ada lagi nglarehi. - Mulai jam 8.00 - 12.00 malam. - Jumlah penari bisa 10 - 20 orang - nari sambil nembang. - Ada buwuh (becik :sumbang): tali kasih kepada yang punya gawe. - Pada upacara wayang juga ada mbecik.