Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | PENCAK MACAN - Gresik, Jawa Timur |
Salah satu kesenian yang khas dari Gresik adalah Pencak Macan. Pencak Macan biasanya dipentaskan dalam hajatan perkawinan, khitanan, bersih desa, sedekah bumi, acara dan seremonia yang diadakan oleh pemerintah. Pencak Macan awalnya berkembang di Desa Lumpur yang terletak di pesisir utara Gresik. Kesenian ini sudah diwariskan sejak beratus-ratus tahun dari leluhur dan masih terjaga sampai sekarang. Awalnya, tradisi ini biasa digunakan untuk arang-arang (pengiring) dalam temu pengantin, yang dimulai dari rumah pengantin laki-laki menuju ke rumah pengantin perempuan.Tapi seiringnya dengan perkembangan jaman, kesenian ini mulai dipentaskan di acara selain perkawinan. Pada dasarnya, tradisi kesenian Pencak Macan mengibaratkan perjalanan lika-liku kehidupan berumah tangga. Tokoh-tokohnya pun masing-masing mempunyai filosofi. Berikut adalah tokoh dan makna dari peran tokoh tersebut :
1. Pendekar atau Ksatria : Melambangkan seseorang sebagai panutan yang selalu mengajak pada kebaikan dan selalu mengingatkan untuk selalu meningkatkan iman dan taqwa.
2. Macan : Melambangkan seseorang yang memiliki watak dan karakter yang ingin berkuasa.
3. Monyet : Melambangkan seseorang yang jahil, nakal, lucu, suka mengganggu dan selalu ingin merebut yang bukan miliknya.
4. Genderuwo : Melambangkan sesosok setan yang suka mengganggu dan selalu menggoda manusia. Seni pencak macan diperankan tiga sosok, dengan tiga karakter yang berbeda, diantaranya macan, melambangkan seorang suami dengan semangat pantang menyerah. Monyet, melambangkan, seorang isteri, dengan cita-cita yang luhur, untuk mewujudkan keluarga yang sakinah. Dan sosok gondoruwo atau hantu, melambangkan antara murka yang akan menggoda perjalanan anak manusia dalam mengarungi bahtera rumah tangganya.