Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaSedekah laut di Pantai Srandil/Larung Sesaji - Cilacap, Jawa Tengah
Sejarah: Gunung Srandil tidak lama dikenal masyarakat terutama dalam kaitanya dengan budaya spiritual dan keangkeranya. Salah satu kelompok masyarakat yang setiap tahunya mengadakan upacara di tempat tersebut adalah para penganut kepercayaan yang diwadahi dalam Paguyuban Cahya Buwana. Paguyuban ini setiap tanggal satu Sura mengadakan suatu rangkaian upacara baik di dalam komples Gunung Srandil maupun melakukan sedakah laut atau larung sesaji di Gunung Srandil. Deskripsi: Paguyuban Cahya Buana didirikan oleh Bp. Sarwo Dadi. Pria asal Wleri, Kab. Kendal, Jawa Tengah. Pusat dari paguyuban tersebut berada di kompelks Gunung Srandil yang masuk dalam wilayah Glumpangsari Kec. Adipala, Kab. Cilacap. Anggota dari paguyuban ini terdiri dari beberapa etnis dan pada saat pelaksanaan upacara para peserta mengunakan pakaian adat Jawa. Upacara larung sesaji ini diadakan pada tanggal 1 Sura. Adapun yang dilarung dalam upacara itu adalah bermacam sesaji dan hasil bumi. Mereka berangkat dari kompleks Gunung Srandil berbaris (arak-arakan) menuju pantai yang berjarak ± 1 Km.Uupacara itu dilaksanakan di pagi hari atau menungu dawuh dari Sunan jam berapa upacara itu akan dilaksanakan. Sesaji yang di larung artinya menjadi rebutan bagi para penonton yang sengaja datang ketempat tersebut untuk mengharap berkah.