Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Bledhug Kuwu |
Sejarah : Ceritera rakyat atau Folklor adalah suatu bentuk penuturan ceritera yang pada dasarnya disebarluaskan secara lisan dan disampaikan secara turun- temurun dikalangan masyarakat pendukungnya. Cerita rakyat Bledhug kuwu berasal dari Desa Kuwu kecamatan Kradenan kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. kata Bledhug berasal darai bahasa Jawa yang berarti embel, bletok atau endut (lumpur). secara harafiah bledhug kuwu adalah sebuah danau lumpur yang setiap saat menyemburkan lumpur yang airnya mengandung garam. Dengan mengeluarkan asap putih tebal serta mengeluarkan bunyi seperti suara bom (mledhug-mbledug) sampe sekarang. Sedangkan kata kuwu berasal dari bahasa jawa kekuwu yang berarti bertempat tinggal sementara. Perlu diketahui bahwa kuwu terletak sangat jauh dengan laut, sehingga merupakan hal yang aneh jika terdapat letupan-letupan lumpur yang mengandung garam.
Deskripsi : Jaman dahulu dalam pemerintahan raja Ajisaka kerajaan Medang Kamolan ada seekor naga besar bernama jaka Linglung suatu hari jaka Linglung menghadap Ajisaka dan mengaku sebagai putranya, tetapi Ajisaka tidak percaya, agar tidak tersakiti hatinya, Ajisaka mengajukan syarat jika dia ingin diakui sebagai anaknya, maka harus bisa mengalahkan Prabu Dewata Cengkar, musuh Ajisaka yang berwujud seekor buaya putih yang mempunyai kesaktian luar biasa. Konon Dewata Cengkar adalah seorang raja dari Medang Kamolan. Setelah kalah dengan Ajisaka ia berubah ujud menjadi seekor buaya, kemudian bertempat tinggal di laut selatan. Jika Jaka Linglung berhasil mengalahkan Dewata Cengkar harus membawa bukti berupa rumput grinting wulung. ternyata permintaan Ajisaka bisa dipenuhi. Dengan membawa bala prajurit lelembut jaka Linglung kembali ke medang kamolan untuk menagih janji kepada Ajisaka. jaka Linglung menempuh jalan dibawah tanah. Kadang-kadang ia muncul dipermukaan tanah, ingin mengetahui sudah sampe di tempat tujuan atau belum. Ada empat tempat sebagai tempat kemunculannya yakni di Desa ngembak, Desa jono, Desa Grobogan dan Desa Kuwu. di desa Kuwu ini rombongan jaka Linglung beristirahat. ketika beristirahat itu Jaka Linglung mengeluarkan air dari tubuhnya, kono air tersebut terasa asin. ternyata air asin tersebut bisa dibuat garam, meskipun letak desa Kuwu jauh dari laut. Sejak peristiwa itu penduduk di sekitar Kuwu bermata pencaharian sebagai pembuat garam.