Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | BEDHAH KRAWANG - Malang, Jawa Timur |
Upacara adat bedhah krawang diselenggarakan oleh warga Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Upacara ini dilaksanakan pada hari jumat pahing bulan sela menurut kalender Jawa. Dan upacara ini dimaksudkan untuk membersihkan desa dari wabah dan bencana sehingga warga desa dapat hidup tenteram, bebas dari ketakutan.
Sebelum aacara puncak, warga desa melakukan kerja bakti membersihkan makam desa, punden (makam leluhur yang dikeramatkan) dan lingkungan sperti pasar, sungai, jalan desa, taman-taman desa, dan pos kamling. Setelah kerja bakti warga kemudian melakukan selaamatan di kompleks punden dan dilanjutkan dengan kirab seni antara lain dengan menggelar seni jaran dhengkling, tari topeng, dan arakan pasangan pengantin. Acara yang paling meriah adalah acara pengambilan pusaka dari sanggar yang dilanjutkan dengan arak-arakan menuju balai desa. Arak-arakan terdiri dari rombongan tari jaranan dhengkling, rombongan penari topeng, rombongan pengantin yang diikuti oleh dua orang pembawa umbul-umbul gula kelapa, satu orang pembawa pohon beringi kecil yang dihiasi dengan kripik ketan dan ripih, dua orang pembawa rontek (bendera kecil yang terbuat dari kertas), dua orang pembawa kembar mayang, satu orang pembawa bunga setaman, satu orang pembawa cengkir gadhing (kelapa muda berwarna kuning), satu orang pembawa kendi sumber sanga (airnya diambil dari 9 mata air), pembawa tombak, pembawa payung, dan terbang jidhor.
Adapun jalannya upacara diawali dengan kirab pusaka yang dikawal oleh barisan panjang yang terdiri atas seorang pembawa pedang dan pecut (cambuk) pusaka, seorang pembawa bedhutan, seorang pembawa ikat gadung melati, celana prabunantan, baju kerong, dan bebet, pembawa rokok klobot, permen blis, dan minuman kopi, seorang pembawa bunga kembang kenanga, pembawa tikar dan bantal, dan seorang pembawa minyak tanah dan tlupak. Upacara yang bermuatan sakral dilaksanakan pada malam hari sesudah pukul 20.00 WIB bertempat di Balai Desa Arjowilangun. Upacara diakhiri dengan penataan kembali pusaka-pusaka yang dikeramatkan tersebut dan selanjutnya diarak dan dikembalikan ke sanggar, tempat pusaka tersebut disimpan. Acara ini diiringi dengan gendhing kala gajur.
Upacara bedhah krawang mengusung pesan agar warga dapat hidup tenteram dan senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Ungkapan syukur tersebut diwujudkan dalam bentuk sesajian berupa hasil-hasil pertanian. Di samping itu, warga desa juga memberikan sesaji kepada kekuatan gaib lain yang dipercaya dapat mengganggu atau menimbulkan bencana dalam kehidupan mereka.