Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKesenian Jelantur - Gunung Kidul, DI Yogyakarta
Budaya asing mempengaruhi budaya lokal. Jelantur berasal dari kata jelajah dan Tutur yaitu hasil kesenian yang mendapatkan pengaruh dari agama Islam. Kesenian jelantur dimaksudkan sebagai sarana untuk syiar Islam di Gunung Kidul dan sekitarnya. Pada jaman dahulu ketika perkembangan Agama Islam belum begitu pesat, para wali khususnya Sunan kalijaga menggunakan kesenian ini untuk berdakwah mengembangkan agama Islam, yaitu dengan mengumpulkan masyarakat yang masih banyak menganut kepercayaan terhadap animisme dan dinamisme yang menurut Sunan Kalijaga perlu diperbaiki pola kehidupannya terutama mengenai pengetahuan agama yang baik dan benar sesuai ajaran Islam. Setelah orang-orang datang untuk menyaksikan jelantur, pada kesempatan itu Sunan Kalijaga memberikan nasihat-nasihat tentang agama Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW berdasarkan Al Quran dan hadis. Kesenian Jelantur disajikan dalam bentuk tarian yang ditarikan oleh pria atau wanita, atau campuran pria dan wanita. Pola gerak menggunakan komposisi sapit urang yang dipadukan dengan gerak-gerak ketangkasan. Para penari menggunakan atribut ikat kepala gaya Turki. Tariannya dilakukan dengan menggunakan kuda kepang dengan senjata tombak dan pedang. Tarian ini menggambarkan prajurit yang akan berangkat ke medan perang, dahulu merupakan tarian penyalur semangat kepahlawanan dari keturunan prajurit Diponegoro.