Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara Adat Baritan - Dongko, Kab. Trenggalek, Jawa Timur
Sejarah : Upacara Baritan adalah upacara yang dilakukan sesudah petik padi (bubar ngarit tanduran) Upacara Baritan ini terdapat di Kec. Dongko, dimana masyarakatnya adalah masyarakat agraris. Oleh masyarakat setempat, upacara adat Baritan dikondisikan sebagai salah satu bagian kehidupan yang dulu diselenggarakan secara turun tumurun dan rutin sebagai media komunikasi terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Upacara adat ini dinamakan Baritan yang artinya Bubar Ngarit Tanduran (sesudah memetik tanaman sehabis panin) Sayangnya sekarang sudah tidak ada lagi dan yang dilestarikan adalah tariannya (tarian turangga yaksa) Deskripsi : Upacara Baritan merupakan upacara adat yang dulu oleh masyarakat Dongko diselenggarakan setahun sekali. Hari dan tanggal penyelenggaraan upacara ditentukan oleh sesepuh (pawang) yakni orang yang dianggap menguasai hal itu. Pendukung upacara adalah para petani masyarakat Dongko. Para petani ini membawa rojo koyo berkumpul didesa tersebut, dan mereka juga membawa perlengkapan sesaji berupa ambeng (nasi putih), longkong dan tali yang dibuat dari bambu yang disebut "dhadhung". Waktu upacara dilakukan pada siang hari pada pukul 11.00 WIB.dengan alasan para petani sudah istirahat mengejakan sawahnya. Setelah upacara selesai dilanjutkan pentas kesenian langen Tayub, di tempat bekas tumpukan dhadhung.