Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Adat Keleman Ngorogunung - Bubulan, Kab. Bojonegoro, Jawa Timur |
Masyarakat Desa Ngorogunung mempunyai tradisi unik yang dilakukan oleh para petani yaitu upacara Keleman. Upacara Keleman dilaksanakan pada saat sawah akan dialiri air dari irigasi dengan harapan nantinya hasil panen akan mendapatkan hasil yang maksimal. Konon menurut cerita, upacara Keleman diadakan pertama kalinya pada abad 17. Pada mulanya tradisi ini diawali saat ada seorang warga yang melakukan tirakat dan ritual di makam Mbah Buyut Gati pada malam sebelum tanam dan pada pagi harinya dilanjutkan dengan mengisi air di sawah untuk memulai menanam padi. Pada saat panen ternyata orang tersebut mendapatkan hasil yang maksimal sehingga masyarakat yang lain kemudian mengikuti ritual tersebut.
Upacara Keleman dipimpin oleh sesepuh desa yang dianggap memiliki ‘ilmu’ yang lebih dibandingkan masyarakat yang lain. Upacara ini dilaksanakan di bawah pohon yang ada di makam Mbah Buyut Gati yang letaknya di pinggir areal persawahan. Waktu pelaksanaan upacara Keleman tidak dapat dipastikan baik bulan, tanggal, maupun harinya pada setiap tahunnya. Yang pasti adalah upacara ini dilaksanakan ketika sawah pertanian akan diberi air irigasi untuk pertama kalinya. Tradisi ini dilakukan oleh petani satu hari sebelum menanam padi, petani pergi ke sawah untuk melakukan tirakat yakni menjaga sawahnya semalam suntuk. Hal ini dilakukan agar keesokan harinya mereka dapat menanam padi dengan lancar dan tidak ada rintangan hingga masa panen nanti.
Adapun uba rampe dalam upacara Keleman meliputi: Tumpeng Ageng dengan lauk ikan bandeng, ayam panggang, urap-urap (krawu), tahu – tempe yang dibumbu bali; nasi gureh (nasi kuning) dan nasi putih; nasi bogem; nasi golong; bubur sengkolo; bubur semur; bubur putih; pala gemantung; kupat lepet; pisang raja; dan jajan pasar. Sesaji yang tidak boleh dilewatkan adalah tumpeng, kemenyan, telur, pleret yaitu makanan yang dibentuk seperti ulat.
Tahap pelaksanaan upacara Keleman, malam sebelumnya petani melakukan tirakat di sawah, kemudian keesokan harinya prosesi pemberian sesaji dengan dibawa ke makam Mbah Buyut Gati dan diberi doa, kemudian dilanjutkan dengan membacakan kisah perjalanan atau biografi Mbah Buyut Gati dan asal-usul upacara Keleman. Upacara Keleman kemudian diakhiri dengan mengaambil sebagian dari sesaji untuk di bawa dan ditaruh di setiap pojok sawah masing-masing.