Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKaldu Sumsum Camplong
Depot Al-Ghozali yang terletak di Jl. Diponegoro 34A Sampang menyediakan menu khas kaldu sumsum tulang sapi. Depot yang dikelola Abah Ghozali 40 tahun yang lalu kini diteruskan oleh anaknya Hj. Nur Hasanah. Kaldu sumsum di depot Al-Ghozali dihidangkan bersama dengan tempurung tulang sapi. Ketika kaldu dengan tulang sapi dihidangkan, terlihat sumsum yang ada di dalam tulang. Sumsum rasanya gurih dan nikmat apalagai saat menikmatinya dengan cara disluprut menggunakan sedotan. Untuk mendapatkan kaldu sumsum dan daging empuk yang menempel di tulang sapi, tulang sapi perlu direbus selama enam jam, namun untuk jenis sapi jantan muda merebusnya hanya memerlukan waktu empat jam. Proses perebusan tulang sapi diawali dengan tulang sapi dicuci sampai bersih, setelah setengah matang kemudian ditaburi dengan bumbu yang sudah ditumis terdiri dari bawang merah, bawang putih, jahe, merica dan sedikit pala kemudian diberi daun prei dan daun bawang. Bumbu dimasukkan saat kaldu sumsum setengah matang agar gurih dan tidak tenggelam dalam kuah. Pada saat proses memasak gelembung-gelembung yang mengambang di permukaan air harus dibuaang kerena gelembung tersebut merupakan lemak yang bisa menyebabkan kolesterol. Menu kaldu sumsum ini juga dipercaya membuat tubuh menjadi bugar dan mampu menjadi pendongkrak kejantanan pria. Dalam penyajiannya, sumsum selain disajikan dalam wujud sop kaldu dengkul sapi, juga bisa diolah dengan cara yang berbeda yaitu cairan sumsum dituangkan ke dalam panci kemudian dicampur dengan telur ayam kampung yang kemudian diaduk dan dimasak. Setelah matang kemudian dimasukkan potongan pisang raja. Ramuan ini bisa menjadi ‘jamu’ bagi kaum laki-laki.