Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaBersih Desa Gunung Bang
Upacara Bersih Desa Gunung Bang merupakan upacara yang dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Desa Karangmojo, Bejiharjo, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Upacara ini dilaksanakan setiap tahun sekali, yaitu pada pasca panen padi gaga, sedangkan harinya pada Senin Paing. Tujuan dilaksanakan upacara ini yaitu untuk pemenuhan janji, ikrar dan nadar kepada Tuhan Yang Maha Esa dan sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pihak-pihak yang terlibat dalam uacara ini adalah Bapak Kaum, Juru kuras, Juru kunci, para tamu undangan, pengunjung dan penjual makanan dan minuman yang berasal dari Dusun Gunung Bang dan sekitarnya. Alat dan perlengkapan upacara meliputi : Ember, alat untuk menguras sumber mata air, botol, ancak, gamelan,tikar,sesaji. Sesaji yang diperlukan diantaranya : kupat luwar, cengkaruk, dan jadah / ketan woran. Adapapun tahap-tahap pelaksanaan upacara adalah : 1. Tahap persiapan yaitu pertemuan antara kadus untuk memilih ketua panitia. 2. Tahap yang kedua diadakan pertemuan lagi untuk pembagian tugas. 3. Tahap yang ketiga laporan dari panitia penyelenggara. 4. Sehari sebelum pelaksanaan diadakan penerimaan rombongan penari. 5. Puncak upacara diawali dengan pelaksanaan upacara nguras sumber mata air lanang dan wadon. Dilanjutkan dengan kenduren/selamatan dengan pembagian sesaji selamatan. Upacara diakhiri dengan pertunjukan teledek Pantangan yang harus ditaati dalam penyelenggaraan upacara Bersih Desa Gunung Bang adalah : 1. Pada saat melihat upacara pengunjung tidak boleh memakai payung 2. Bagi ibu yang berkain tidak boleh memakai kemben berwarna hijau 3. Para bapak yang berbusana Jawa tidak boleh memakai ikat kepala bangun tulak 4. Tidak boleh mengadakan pertunjukan reyog dan doger 5. Masyarakat Gunung Bang tidak boleh menggemala kambing prucul di sekitar lokasi upacara. Nialai-nilai yang terkandung pada pelaksanaan upacara ini di antaranya : nilai kegotong royongan, kesetiakawanan, musyawarah dan pengendalian sosial.