Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Sedekah Bumi Jepangrejo - Blora, Jawa Tengah |
Sejarah:
Tidak ada/belum diketahui
Deskripsi:
Upacara sedekah bumi Desa Jepangrejo, dilaksanakan pada hari Jumat Kliwon, sehabis masa panen. Tempat berlangsungnya pelaksanaan sedekah bumi berada di dua tempat:
1.Sumur brumbung, merupakan sumber mata air sebagai cikal bakal Desa Jepangrejo. Orang yang pertama kali menempati Desa Jepangrejo adalah Nyai Sablah yang bertempat tinggal tidak jauh dari sumur brumbung. Menurut cerita warga, beberapa hari sebelum waktu diadakannya sedekah bumi, Nyai Sablah sering menampakkan diri sedang melakukan bersih-bersih (menyapu) di sekitar sumur ini, dan apabila masyarakat tidak menanggapkan tayub, ada kepercayaan akan terjadi gagal panen di Desa Jepangrejo. Makanan yang disajikan berupa ambeng yang berisi nasi, bumbu, bucu, ingkung, dannjajannya pasung, bugis, nagasari, apem, gemblong, dan krecek. Biasanya masyarakat yang berada di sumur brumbung adalah warga Jipang sebelah barat yang rumahnya dekat dengan lokasi sumur brumbung.
2.Di rumah Kamituwa, diadakan bancakan/hajatan dengan makanan yang disajikan, berasal dari warga dimana setiap rumah membuat dua bungkusan dari daun jati yang berisi nasi dan bumbu. Kemudian bungkusan itu dikumpulkan di tiap-tiap ketua RT. Setelah terkumpul, bungkusan nasi dan bumbu disusun bertumpuk-tumpuk hingga akhirnya menyerupai gunung, kemudian diikat dengan tatus (tali dari bambu) dan puncaknya diberi daun beringin. Tumpukan bungkusan itu disusun di dalam wadah yang dinamakan jodang yang berukuran 1x1 m. Setelah terbentuk gunungan kemudian dipikul menuju rumah Bapak Kamituwa. Terakhir, gunungan itu didoakan oleh modin setempat. Seluruh warga yang hadir dan tamu undangan desa masing-masing mendapat satu bungkusan.
Adaupun kegiatan warga masyarakat sebelum acara sedekah bumi, meliputi:
a.Sebelum hari pelaksanaan, setiap warga membuat makanan untuk disajikan di acara sedekah bumi dan juga menjamu tamu dari luar desa yang mengunjungi sedekah bumi.
b.Setelah itu mengirim (ater-ater) ke saudara-saudara yang berada di luar desa.
c.Masyarakat melakukan bersih-bersih di lingkungan rumah, jalan, dan sekitar sumur brumbung.
Hiburan yang dilaksanakan setiap hari sedekah bumi adalah tayub. Pada siang hari acara dilaksanakan di sumur brumbung, sementara di malam hari biasanya acara dilaksanakan di rumah Kamituwa atau sesepuh desa, dengan acara tambahan berupa pengajian. Penangungjawab acara bukan pada para perangkat desa melainkan panitia yang sebelumnya dirapatkan dan ditunjuk oleh masyarakat. Sumber dana berasal dari setiap warga masyarakat Desa Jepangrejo dimana ditarik iuran sesuai dengan kemampuan dan keikhlasannya.