Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaPayung Juwiring - Kab. Klaten, Jawa Tengah
Sejarah: Kerajinan ini muncul pada masa sebelum perang kemerdekaan dan mengalami masa kejayaan tahun 1960-1970an. Pembuatan payung hias ini sebenarnya cukup sederhana, proses paling rumit adalah saat memberi ornamen atau melukis bagian atas payung yang terbuat dari kertas semen. Ornamen inilah yang membedakan antara payung Juwiring dengan payung biasa. Ornamen lukisan pada payung ini memang khas, biasanya berupa motif bunga-bunga, burung dan ikan koki. Kekhasan bukan hanya terletak pada gambar, tapi juga pilihan warna yang digunakannya Industri kerajinan payung kertas di Kecamatan Juwiring Klaten, yang pernah mengalami kejayaan pada era 1960an ini, kini terlihat lesu. Dulunya disana mencapai 300 pengrajin yang berasal dari dua desa, yaitu Desa Tanjung dan Kenaiban. Bahkan di kecamatan itu, pernah menjadi sentra pembuatan payung kertas sampai ada pabriknya juga. Deskripsi: Kecamatan Juwiring, Klaten, Jawa Tengah, identic dengan kerajinan paying hias. Di wilayah ini payung bukanlah untuk berlindung dari hujan, tapi menjadi benda kerajinan yang unik. Berbeda dengan paying pada umumnya, aneka paying warna-warni ini terntu saying jika sampai terkena hujan. Payung-payung ini tidak dibuat sebagai alat untuk berlindung dari hujan. Namanya Payung Juwiring karena payung ini hanya ditemukan di Kecamatan Juwiring, Klaten. Pembuatan payung hias ini sebenarnya cukup sederhana, proses paling rumit adalah saat memberi ornament atau melukis bagian atas payung yang terbuat dari kertas semen. Ornament inilah yang membedakan Antara payung juwiring dengan payung biasa. Ornament lukisan pada payung ini memang khas, biasanya berupa motif bunga-bunga, burung dan ikan koki, kekhasan bukan hanya terletak pada gambar ini, tapi juga pilihan warna yang digunakannya.