Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaCing-Cing Goling - Gunungkidul, Yogyakarta
Sejarah: Cing Cing Goling merupakan tradisi di Desa Gedangrejo, khususnya Dusun Gedangan sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Di sebuah petak sawah petani yang sudah dipanen, digambarkan sosok seorang wanita yang sedang berlari menghindari kejaran para warok yang berusaha merebutnya dari seorang laki-laki sambil melesatkan cambuk di udara dan berteriak “cing goling cing golong gong”. Dalam terian tersebut digambarkan pelarian pasukan Majapahit yang sudah menyatu dengan wafga masyarakat setempat dalam mengusir penjahat. Mereka percaya jika tanaman di sawahnya menjadi ajang tarian cing cing goling akan menjadi lahan yang subur dan akan menfapatkan panen yang berlimpah. Deskripsi: Ritual adat cing cing goling mendapat perhatian masyarakat dari berbagai wilayah di Yogyakarta dan Jawa tengah. Mereka datang dengan harapan mendapat berkah dari pelaksanaan upacara tersebut. Para peserta biasanya berkumpul di bawah pohon besar yang rindang sambil menanti pelaksanaan upacara cing-cing goling. Tradisi yang dilaksanakan bersamaan dengan bersih desa tersebut, juga menceritakan keberhasilan dua mantan prajurit dari Kerajaan Majapahit membuat sungai dan bendungan. Konon pembuatan sungai dan bendungan hanya dengan menggunakan senjata yang berbentuk cemeti (semacam cambuk) yang digariskan di tanah sambil berjalan. Goresan tersebut kemudian menjadi sungai yang airnya mengucur deras. Sungai dan bendungan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian. Kemudian lahan pertanian yang tadinya kering berubah menjadi sawah, sehingga kehidupan masyarakat setempat menjadi sejahtera. Setelah upacara tersebut selesai seluruh peserta kenduri makan bersama dan membawa pulang makanan yag terdiri nasi sayur, dan ayam panggang dengan menggunakan wadah yang terbuat dari anyaman bambu.