Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaLah Bako/Tari Khas Jember - Jember, Jawa Timur
Sejarah: Jember sejak lama menjadi salah satu daerah penghasil tembakau, kopi dan coklat. Diantara hasil perkebunan tersebut, tembakau menjadi tanaman ekspor yang banyak mendatangkan devisa. Tembakau telah menginspirasi para pengusaga maupun seniman Jember dan dituangkan dalam sebuah produk budaya. Bupati Letkol. Inf. Abdul Hadi, yang menjabat sebagai bupati Jember periode 1968-1979, pernah mengadakan atau membuat tarian yang dilhami oleh aktivitas petani tembakau. Seniman yang diminta untuk membantu membuat koreografi adalah seorang seniman dari Yogyakarta yakni Bagong Kudiarjo, dan lahirlah tari La Bako. Tari La Bako, dalam beberapa tahun terakhir kembali di revitalisasi oleh pemerintah daerah setempat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Untuk menggalakkan kegiatan revitalisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember bekerja sama dengan Dinas Pendidikan mengadakan lomba tari La Bako. Peserta dari murid PAUD, Sekolah Dasar, SMP dan SMA. Deskripsi: Tari La bako merupakan tari kreasi baru yang diciptakan pada tahun 1970 an. Tari tersebut koreografimya dikerjakan oleh seniman Bagong Kusdiarjo dari Yogyakarta atas permintaan Bupati Jember Abdul Hadi. Gerak tari ini menggambarkan pekerjaan dalam penanaman; pengolahan tembakau. seperti memetik tembakau, ngelus, ,dan, nyujen. Hingga pasca panen tembakau. Tembakau diambil sebagai dasar dari gerak tari dan kostum tari Lah Bako. Hal itu karena tembakau menjadi salah satu hasil bumi Jember yang telah di kenal sejak masa colonial. Tata rias busana juga memiliki makna tersendiri, warna-warna busana yang digunakan banyak yang menggambarkan warna kualitas tembakau. Salah satunya adalah aksesoris bendera yang menunjukkan warna kualitas tembakau. Musik pengiring menggunakan musik kendang patrol. Jember. Tarian La Bako memiliki fungsi sebagai sebuah cerminan estetis, fungsi politik, fungsi sosial, dan fungsi ekonomi. Tari La Bako, dalam beberapa tahun terakhir kembali di revitalisasi oleh pemerintah daerah setempat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Untuk menggalakkan kegiatan revitalisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember bekerja sama dengan Dinas Pendidikan mengadakan lomba tari La Bako. Peserta dari murid PAUD, Sekolah Dasar, SMP dan SMA.