Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaMerti Bumi Tunggularum - Sleman, D.I. Yogyakarta
Sejarah: Upacara Merti Bumi Tunggularum, berdasarkan dari kebiasaan dari masyarakat setempat yang sering mengadakan upacara atau sedekah. Dalam upacara tersebut tidak ada tokoh atau leluhiur yang di kultuskan, namun berdasar keinginman warga masyarakat untuk memelihara dan melestarikan adat dan sebagai perwujudan rasa syukur atas nikmat dan anugrah yang telah diberikan Tuhan kepada warga masyarakat setempat. Deskripsi: Upacara Merti Bumi biasanya dilaksanakan masyarakat Tunggularum setiap tahun sekali. Prosesi upacara diawali dengan kirab budaya dari masjid Imorejo menuju balai Desa Wonokerto yang berjarakmkurang lebih 300 meter. Upacara ini dimulai dengan kirab budaya yang terdiri dari cucuk lampah, pangageng, perangkat Desa Wonokerto, putri domas yang bertugas membawa kendi berisi air suci, tokoh adat, tokoh agama, bergodo tumbak boyo, dan puti sari Wonokerto. Upacara Merti Bumi ini dibagi dalam 4 kegiatan yaitu: 1.Pengambilan air suci dari empat sumber air yakni: Dadapan, Genongan, Weda lempong, dan Tunggularum. 2.Parade prajurit 3.Pengajian /Mujahadah 4.Pameran potensi masyarakat dan bazar. Puncak acara upacara merti bumi tersebut berupa kirab pasukan Tunggulwulung, kirab tumpeng wuluwetu, kirab tumpeng lanang wadon, gunungan salak, pelepasan burung, gejog lesung, dan bergodo prajurit pager bumi. Upacara ini diakhiri dengan pe,mbacaan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh ulama setempat, dan makan bersama para peserta upacara.