Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Pencak Silat/Silat - Jember, Jawa Timur |
Sejarah :
Pencak silat tumbuh di hampir semua wilayah di Indonesia. Setiap daerah memiliki jurus yang berbeda-beda sesuai dengan misi masing-masing aliran. Kota yang juga memiliki karya budaya berupa pencak silat adalah Jember. Di kota ini silat diajarkan dan dikembangkan dalam bentuk seni, sehingga sering ditampilkan dalam pagelaran seni seperti pementasan Can Macanan Kadhuk ataupun Reog.
Sejarah pencak silat khususnya yang berada di Jalan Kailamtan (Tegalboto) Jember, yakni Grup Bintang Timur, di awali dari seorang tokoh yang berasal dari Madura. Orang tersebut bernama Misnati, yang kemudian menurunkan ilmu kepandaiannya kepada anak cucunya. Salah seorang yang kemudian menggeluti dunia pencak silat adalah Suwarto. Dari situlah kemudian muncul grup Bintang Timur” yang memiliki komitmen dalam melestarikan seni tradisi.
Deskripsi :
Pada masa tahun 1945 – 1970 an kemampuan bela diri yang dimiliki keluarga Misnati hanya ditularkan kepada keluarga besar dan tetangga dekat. Misnati menguasai beberapa aliran silat, salah satunya adalah Cimande ang berasal dari Jawa Barat. Bela diri itu perlu latihan fisik dan pernafasan yang ketat. Seiring dengan waktu seni bela diri atau yang akrab dikenal sebagai pencak silat mulai tidak diminati oleh para generasi muda. Dari fenomena itulah kemudian Suwarto berinisiatif membentuk sebuah grup yang bergerak dalam bidang seni tradisi yang di dalamnya ada pencak silat, jaranan, can macanan kadhuk dan lainnya.
Grup itu kemudian dikembangkan secara intens dan memiliki struktur organisasi yang kuat. Di dalam grup itu ada sebuah divisi pencak silat yang dibina oleh David Iswanto. Anggota yang menekuni pencak silat ada sekitar 25 orang dari anak TK sampai orang dewasa. Dalam perkembangannya pencak silat yang dikembangkan oleh Suwarto, David Iswanto dan lainnya cenderung digabungkan dalam bentuk seni pertunjukan agar terlihat lebih menarik dan disukai generasi muda. Dalam setiap pertunjukan Seni Pencak Silat Tradisional Bintang Timur ini ada pertunjukan yang mengadopsi budaya luar Jember seperti mengambil Tari Ganongan dari Ponorogo dan Tari Barong dari Bali. Namun begitu untuk kegiatan bela diri yang memerlukan latihan phisik dan pernafasan yang ketat masih tetap dipertahankan.
Keberadaan pencak silat yang bertransformasi dalam grup seni tradisi lokal memang terhimpit modernitas. Paling tidak itu tergambar pada sebuah kelompok Seni Pencak Silat Tradisional yang biasa berkeliling di seputaran Kecamatan Sumbesari Jember, dimana pertunjukannya selalu diadakan di kampung – kampung, atau di sebuah hajatan Salah satu grup seni tersebut adalah Bintang Timur yang eksis karena langkah-langkah strategis yang diambil oleh para anggotanya sendiri , yakni selalu tampil dalam setiap pertemuan arisan kelompok.