Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Daol Combo: Daol Dug-Dug, Ul-Daol - Kab. Sampang, Jawa Timur |
Sejarah:
Kesenian Daol Combo atau Daul Dug-Dug masih tergolong baru di masyarakat Madura umumnya dan Sampang khususnya. Kurang lebih pada sepuluh tahun terakhir ini kesenian Daul Dug-Dug mulai marak dimainkan oleh kelompok-kelompok masyarakat untuk keperluan mengisi waktu luang di pantai saat nelayan tidak sedang melaut atau untuk mengisi kegiatan perayaan hari besar keagamaan atau hari besar nasional.
Selain itu, kesenian Daol Combo atau Daul Dug-Dug juga merupakan penyempurnaan dari kebiasaan anak muda membangunkan orang untuk sahur di saat bulan puasa yang kemudian banyak dilombakan oleh pemerintah kabupaten Sampang pada khsusunya dan di Pulau Madura pada umumnya.
Musik Daol Combo pada awalnya merupakan kelompok musik dengan peralatan yang sangat sederhana, yaitu perkusi (beduk) dan kendang serta pianika. Pengeras suaranya berasal dari bahan kertas karton yang dibuat model corongan. Kelompok musik ini banyak dimainkan saat bulan ramadhan. Berkeliling kampung untuk membangunkan penduduk pada waktu sahur tiba. Dalam perkembangannya musik ini semakin variatif dan kreatif, terutama dalam soal pilihan lagu, panggung yang berjalan dengan aneka dekorasi yang semakin indah dan menakjubkan.
Deskripsi:
Seni tradisional adalah merupakan salah satu kekayaan seni budaya yang menjadi identitas daerah tertentu. Salah satu jenis seni tradisional dari daerah Sampang adalah Daol Combo. Kelompok musik Daol Combo banyak dimainkan pada saat bulan Ramadhan. Para pemain Daol Combo berkeliling kampung untuk membangunkan penduduk ketika waktu sahur tiba. Dalam perkembangannya musik ini semakin variatif dan kreatif, terutama dalam soal pilihan lagu, panggung yang berjalan dengan aneka dekorasi yang semakin indah dan menakjubkan.
Pemerintah Kabupaten Sampang menyelenggarakan festiva Daol Combo pada tanggal 13 Agustus 2013. Festifal diikuti sekitar duapuluh kelompok musik yang berasal dari berbagai desa di Kota Sampang. Para pemain Daol Combo atau Daol Dug-Dug sekitar 40 orang. Penyelenggaraan festival ini cukup menarik karena dalam setiap tahun selalu mengalami perkembangan baik dalam pilihan lagu maupun dekorasi panggungnya. Umumnya mereka mengambil bentuk dekorasi panggung model hewan seperti kuda, burung, atau naga tetapi sebagian ada yang mengambil bentuk kubah dan bangunan masjid.
Dalam sebuah iringan kelompok Daol Combo bagian paling depan adalah kelompok penari yang menari atau berjoget mengikuti iringan lagu. Barisan berikutnya adalah kelompok musik pengiring, perkusi (kendang), bedug, pemain pianika, dan suling. Alat musik Daol Dug-Dug atau Ul-Daol terdiri dari tong-tong, drum minyak, botol diisi air, angklung, bonang, terbang, dan gong.
Lagu-lagunya mengambil lagu dangdut disesuaikan dengan variasi musik atau lagu daerah. Vokalis (biasanya lebih satu orang) tidak lain untuk memperkeras volume suara di tengah keramaian. Kelompok pemain pianika dan vokalis ada di atas panggung sehingga terlihat menonjol dalam barisan. Sedangkan paling akhir dari setiap rombongan adalah mobil pick up terbuka atau becak yang membawa mesin diesel atau genset untuk penerangan rombongan musik yang ada di depannya.
Biaya peralatan musik setiap group dapat menghabiskan biaya sekitar dua juta lebih. Biaya sebesar itu untuk pengadaan seragam peserta, alat-alat music, dan peralatan dekorasi yang menonjolkan aksesoris. Satu grup terdiri dari dua puluh lima sampai empat puluh anggota. Setiap anggota diberi seragam.