Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaTari Pecut - Kab. Sampang, Jawa Timur
Sejarah: Madura pada masa lalu terdapat kerajan-kerajan yang berpusat baik di Bangkalan, Sumenep, maupun di daerah Sampang. Oleh karena itu ada beberap tradisi yang mendapat pengaruh dari budaya keraton, namun ada juga tradsisi yang berbasis pada rakyat. Dalam hal seni tari Madura sebenarnya juga mendapat sentuhan keraton, baik secara gerakan maupun pakaiannya. Seni tari itu terilhami tarian yang dikembangkan di keraton-keraton Jawa. Menurut Mien Ahmad Rifai tari rakyat yang sering ditampilkan merupakan pengembangan tarian tunggal yang kemudian dijadikan tarian berpasangan dalam bentuk tayuban. Tandha (sebutan untuk penari perempuan) akan melemparkan selendangnya kepada seorang pria yang menontonnya untuk menemaninya menari. Dengan demikian, dia nantinya mendapatkan imbalan uang. Tarian Madura kreasi baru seperti itu misalnya tari pecut. Tarian itu terinspirasi tari ngremo atau tari kelana yang berasal dari Jawa yang biasanya ditampilkan sebelum pertunjukan ludruk. Deskripsi: Tari Madura kreasi baru seperti misalnya Tari Pecut terilhami tari ngremo atau tari kelana yang di Jawa yang biasanya digelar sebelum pertunjukan ludruk. Gerakan tari kreasi baru itu umumnya dinamis. Misalnya, giring-giring yang dikenakan pada kaki para penarinya lebih memeriahkan dan menyemarakkan suasana. Tari ini memakai pakain modifikasi dari pakaian Madura. Kain panjang yang dikenakan memakai motif khas Madura. Tari Pecut tersebut sering ditarikan secara massal sambil membawa pecut yang kalau dikebatkan mengeluarkan bunyi menggelegar yang keras. Untuk saat sekarang, pertunjukkan seperti itu sudah sangat jarang dijumpai di setiap pementasan tari di Madura. Yang masih ada adalah jenis tari biasa yang diperankan oleh satu atau dua sinden perempuan, lalu ditemani oleh para penyambut selendang dari kalangan laki-laki.