Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaLegen - Tuban, Jawa Timur
Deskripsi : Pengolahan legen yang memulai atau mengawali adalah kakek pak Sogi Toha. Kemudian usaha ini dilanjutkan pak Sogi Toha, yang sekarang sudah sekitar 24 tahun. Adapun alat yang dipakai yaitu canthik pengikat dari tanduk kerbau yang usianya lebih tua dari umur pak Sogi Toha, sangketan, deres alat untuk melukai pangkal pohon siwalan. Proses pembuatan legen adalah, pertama siwalan yang akan dibuat legen dicuci diatas pohonnya, kemudian buah siwalan digathik (dijepit bambu sampai terluka). Setelah buah siwaalan lembek direndam air selama 2 hari 2 malam (diatas pohon), lalu di deres, maka beberapa hari akan mengeluarkan legen. Pohon siwalan ada dua yaitu laki-laki dan perempuan. Untuk pohon yang perempuan tidak diolah/dikelola bisa berbuah siwalan, sedangkan yang laki-laki bila tidak dikelola akan kering dan menjadi kayu bakar (mati). Pohon siwalan yang dapat diproduksi mulai umur 10 tahun, dan yang baik dan produktif berumur sekitar 20-30 tahun. Usaha legen lebih menguntungkan daripada siwalan, karena siwalan musim panen buah hanya satu tahun sekali. Hasil dari mengolah pohon siwalan dari 10 pohon, tiap hari rata-rata panen 16 botol ukuran aqua besar, yaitu pagi 10 botol, sore 6 botol. Ciri legen yang alami (asli) bila ditaruh gelas tidak lama semut akan datang. Sementara ciri orang yang mengolah legen asli, kakinya pecah-pecah karena setiap pagi dan sore naik pohon siwalan dan kakinya bertumpu pada tataran (tempat berpijak kaki) untuk memanen. Pemasaran legen, Surabaya, Gresik, dan untuk Bojonegoro melalui pesanan. Keberhasilan pak Sogi Toha mengolah buah siwalan menjadi legen, membuat para tetangga meniru setelah melihat menguntungkan siwalan menjdi legen, sehingg cukup banyak warga di Desa Boto yang juga membuat legen.