Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaSuwar-Suwir/Kue Nangka Belanda - Jember, Jawa Timur
Sejarah: Menurut catatan sejarah, Jember adalah sebuah kawasan yang masih relatif muda bila dibandingkan dengan Bondowoso. Sampai dengan tahun 1858 saja, penduduk yang bermukim di Jember tercatat hanya sebanyak 21.215 jiwa, dengan luas wilayah Jember yang diperkirakan seluas 3.234 kilometer persegi. Kemunculan makanan yang kemudian dikenal dengan nama suwar-suwir diperkirakan berawal dari hasil akulturasi budaya, termasuk bahan pangan, orang-orang Jember yang berkunjung ke daerah-daerah di sekitar Jember, termasuk Bondowoso yang memang sudah terkenal sebagai kawasan penghasil ketela yang merupakan bahan dasar untuk membuat tape. Tape inilah yang menjadi bahan utama pembuatan suwar-suwir yang kemudian menjadi makanan khas Jember hingga sekarang. Boleh dibilang, suwar suwir adalah salah satu dari beberapa produk akulturasi yang memiliki bentuk dan makna tersendiri karena telah melewati proses kreativitas. Sebelum suwar-suwir berhasil diciptakan dan diproduksi, orang-orang Jember terlebih dulu berdagang singkong yang didatangkan misalnya dari Bondowoso. Industri kecil-kecilan itu kemudian berlanjut pada pengolahan ketela pohon menjadi makanan lain, seperti tape singkong. Suwar-suwir sendiri konon tercipta berkat proyek coba-coba untuk memanfaatkan sisa-sisa singkong yang ternyata cukup banyak meskipun sudah diolah menjadi tape. Pada zaman dulu, suwar-suwir juga dikenal dengan sebutan kue siwir-siwir, Ada juga yang menyebutnya dengan nama Nangka Belanda. Sekadar catatan, Nangka Belanda adalah sebutan lokal untuk menamakan buah sirsak. Di masa kolonial Hindia Belanda, suwar-suwir memang identik sebagai penganan bercita rasa sirsak dan menjadi kegemaran orang-orang Belanda yang ada di Jember. Mulanya, makanan ringan ini bertekstur lunak, dan untuk memakannya harus disobek kecil-kecil atau disuwir-suwir, dan kuat dugaan, dari cara inilah kemudian muncul penamaan suwar-suwir. Daging buah sirsak menjadi bahan utama menyebabkan makanan ini kemudian disebut dengan suwar-suwir. Adonan olahan ketela pohon yang dicampur dengan buah sirsak jika memadat akan terlihat tekstur daging sirsaknya sehingga harus disuwir-suwir atau dicuil-cuil terlebih dulu untuk memakannya. Pada perkembangan selanjutnya, suwar-suwir mengalami modifikasi bentuk dan bertesktur lebih padat. Deskripsi: Suwar-Suwir pada zaman dulu, juga dikenal dengan sebutan kue siwir-siwir, Ada juga yang menyebutnya dengan nama Nangka Belanda. Sepintas, bentuk suwar-suwir mirip dengan dodol. Bedanya, suwar-suwir memakai tape dari ketela pohon sebagai bahan utamanya dan berwujud lebih padat ketimbang dodol yang lunak dan kenyal. Kendati terbuat dari tape, tetapi kesan aroma tape yang menyengat nyaris tidak terasa. Bahan utama Suwar-suwir yaitu menggunakan tape singkong. Adapun bahan-bahan pendukungnya antara lain buah sirsak, telur ayam, dan gula. Rasa manis pada suwar-suwir terkesan sederhana tetapi sangat mengena. Paduan rasa lainnya yang terdapat pada rasa unik suwar-suwir adalah rasa manis, legit, asam, dan lembut, berpadu dalam satu kemasan suwar-suwir. Sekarang suwar-suwir tidak hanya melulu menyajikan rasa sirsak. Kita dapat menemukan suwar-suwir dengan rasa yang lebih variatif, sebut saja rasa nangka, nanas, strowberry, durian, kelapa muda, kacang hijau, keju, susu, coklat, dan berbagai macam pilihan rasa lainnya. Meskipun tidak hanya memakai daging buah sirsak lagi, tapi suwar-suwir hasil modifikasi tetap bisa disuwir-suwir. Rasanya juga tidak kalah nikmat dengan suwar-suwir yang versi orisinil, tetap manis dan legit di lidah. Keistimewaan suwar-suwir di antaranya adalah cara pembuatannya yang masih manual, belum menggunakan mesin yang justru dimungkinkan bisa merusak citarasa aslinya, tanpa bahan pengawet, dan bisa bertahan hingga 9 (sembilan) bulan lamanya. Suwar-suwir sudah menjadi ikon kuliner Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Oleh karena itu, tidaklah sulit untuk menemukan makanan tradisional ini di Jember. Suwar-suwir mudah sekali ditemukan di toko-toko yang banyak terdapat di seantero Kota Jember, terlebih lagi di sentra penjualan oleh-oleh khas Jember. Selain itu, Anda juga dapat membeli jajanan khas ini di pasar tradisional maupun di supermarket yang ada di Jember dan sekitarnya. Harap dicatat, sekarang ini suwar-suwir telah dijual dalam berbagai macam kemasan dan beragam pilihan merk dagang.