Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Pengantin Gaya Yogyakarta - Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta |
Sejarah:
Daur hidup merupakan 3 fase penting dalam kehidupan manusia. Kelahiran merupakan awal kehidupan, pernikahan merupakan fase untuk memulai hidup baru dan sarana meneruskan kehidupan generasi manusia baru, kematian merupaka akhir kehidupan.Karena merupakan peristiwa penting maka diadakan upacara yang bersifat sakral, karena langsung mempengauhi eksistensi manusia. Masyarakat Jawa khususnya di Yogyakarta sangat akrab dengan upacara tradisi. Dalam upacara banyak muatan simbolik yang mencerminkan norma-norma serta nilai budaya dalam masyarakat. Berkaitan dengan peristiwa daur hidup masih didapatkan upacara tradisi dalam rangka memperingati peristiwa penting dalam hidup manusia.
Dalam upacara adat pernikahan secara konsep suku Jawa memiliki tatanan yang rumit, terutama di kalangan keraton.
Deskripsi:
Upacara Pengantin Karaton Yogyakarta secara lengkap dilaksanakan dalam beberapa tahap.
Tahap pertama adalah upacara nyengker dan pasang tarub. Pada tahap ini upacara nyengker diaksanakan di dalam keraton tepatnya di kasatriyan di bawah tanggungjawab seorang pangeran, lima hari sebelum upacara ijab. Pada hari ini calon pengantin tidak diperbolehkan keluar dari tempat tinggalnya (disengker).
Pasang tarub atau majang adalah memasang tarub di semua bagian atau tempat yang akan dijadikan tempat rangkaian upacara. Tarub adalah hiasan dari janur (daun kelapa muda) diletakkan di kiri kanan gapura dilengkapi dengan tuwuhan. Tuwuhan terdiri dari satu janjang kelapa gading, daun beringin, daun dadap srep, daun puring, daun kemuning, andong, atau anjuang, kedondong laut atau cikra-cikri, alang-alang, daun kluwih, daun apa-apa, kembang jambe, setandan pisang raja lengkap dengan beberapa helai daun dan batangnya, seikat padi jenis unggul, dan sebatang tebu wulung hitam yang lurus batangnya. Semua itu menjadi simbol sebuah harapan agar sang pengantin mendapatan kebahagiaan lahir batin, keselamatan, teguh sentausa, tidak mudah goyah, dan banyak rejeki.
Tahap berikutnya adalah upacara siraman, yaitu memandikan calon mempelai dilaksanakan pagi hari, sehari sebelum upacara ijab.
Selanjutnya upacara midodareni, dilaksanakan malam hari menjelang upacara ijab. Pada saat ini juga diadakan upacara tantingan, yaitu terakhir kalinya sultan menanyakan kesanggupan putrinya untuk dinikahkan pada eok harinya.
Selanjutnya upacara ijab, merupakan tahap terpenting dalam rangkaian upacara perkawinan. Upacara ijab dilaksanakan di Masjid Panepen yang terletak di sebelah barat laut kedaton, disaksikan oleh sultan, para pangeran, abdi dalem bupati, abdi dalem penghulu, dan ketib.
Selanjutnya dhauping penganten (upacara panggih),