Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Masangin - Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta |
Sejarah:
Yogyakarta sebagai kota tujuan wisata memiliki berbagai kekayaan budaya yang patut disinggahi oleh para wisatawan. Banyak tempat rekreasi yang sangat menarik, berupa bangunan- bangunan bersejarah, peninggalan kuna, hasil karya seni , dan atraksi budaya. Keraton Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan menjadi daya tarik yang tidak akan dilewatkan oleh para wisatawan baik domestik maupun manca negara. Salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi adalah alun-alun selatan dari keraton Yogyakarta yang lebih dikenal sebagai Alun-alun Kidul. Di kompleks ini ada keunikan tradisi yang dapat disaksikan, yang tidak ada di tempat lain. Keunikan itu adalah tradisi masangin, yaitu masuk di antara dua pohon beringin. Perlu diketahui bahwa di Alun-alun Kidul ada dua pohon beringin (lebih dikenal dengan sebutan ringin kurung) terletak berjajar di tengah area alun-alun selatan, kedua pohon berjarak sekitar 10 meter, dan merupakan ciri khas dari kompleks bangunan keraton Yogyakarta. Pohon beringin atau ringin kurung itu sudah ada sejak jaman dahulu, dan diyakini sebagai pohon keramat di lingkungan kehidupan keraton Yogyakarta.
Masangin atau masuk di antara dua pohon beringin, dahulu merupakan aktivitas ritual yang terkait dengan ritual keraton Yogyakarta, yaitu ritual mubeng beteng, yang dilakukan pada malam 1 Suro untuk menyambut tahun baru dalam kalender Jawa. Bentuk dari aktivitas ini adalah orang yang akan melakukannya ditutup matanya dengan kain hitam, lalu berjalan ke arah celah di antara kedua pohon beringin. Sekarang, selain menjadi bagian dari aktivitas ritual juga menjadi aktivitas permainan dan rekreasi yang menarik. Terkait dengan kepercayaan masyarakat, bagi siapa saja yang mampu melakukan dengan tepat, maka ada suatu keyakinan akan terkabul keinginannya. Tidak heran apabila ada yang menyebutnya sebagai ritual ngalap berkah. Bagi orang yang percaya, lingkungan keraton Yogyakarta dilingkupi suasana mistis yang sulit diterima secara logis. Oleh karena itu, pada kenyataannya, banyak yang gagal melakukan ritual ini, karena ada keyakinan bahwa orang yang melakukannya harus dengan hati yang bersih, tidak ada iri dengki atau pun sifat jahat. Konon, apabila seseorang berhati bersih maka ia akan dengan mudah masuk di antara dua pohon beringin itu. Percaya atau tidak, silakan mencoba untuk membuktikannya.
Deskripsi:
Masangin dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Orang yang akan melakukan masangin ditutup matanya lalu berjalan dari arah utara pohon ringin kurung menuju celah antara kedua pohon beringin. Dengan kata lain orang tersebut harus dapat berjalan dari arah utara ke arah selatan dengan melewati jalur di antara kedua pohon beringin yang terletak di tengah-tengah Alun-alun Selatan. Jika berhasil melewati celah kedua pohon beringin maka dinyatakan berhasil. Akan tetapi jika arahnya melenceng tidak di antara kedua pohon beringin maka dinyatakan gagal. Memang masangin ini tampaknya sangat mudah, tetapi pada kenyataannya banyak yang gagal melakukannya, berputar-putar di tempat, atau bahkan kembali ke arah awal dia berjalan. Hal ini dapat dimaklumi karena dengan mata tertutup orang tentu saja tidak dapat melihat dan berjalan sesuai dengan arah yang dikehendakinya.