Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaSeni Oglor - Pacitan, Jawa Timur
Sejarah: Di Pacitan hidup seni musik tradisi yang bernama Oglor. Pada awal keberadaannya, berfungsi sebagai upacara ritual, misalnya untuk acara nyapih, mitoni, sunatan, tingkeban . Oleh perkembangan zaman, berubah fungsi sebagai seni hiburan. Namun kapan,siapa yang menciptakannya tdk diketahui. Data hanya menunjukkan pelestari seni Oglor adalah Sanggar Seni Dwijo Budoyo yang dipimpin oleh M. Kasim. Oglor merupakan sebuah kegiatan ritual yang mempunyai beberapa unsur pokok yaitu unsur gerak, doa dan tata lagu. Geraknya merupakan simbol-simbol gerak berdoa mirip dengan gerakan orang sembahyang, syairnnya bercampur antara dialek jawa dan bahasa Arab, tata lagu kombinasi antara jawa dan dzikir cara Islam. Diskripsi: Seni Oglor merupakan salah satu bentuk karya seni bernafaskan Islam. Lagu / tembang, syairnya terkait sangat erat, yang penyajiannya dibarengi musik pengiring, sehingga musik vokal dan instrumennya menyatu menjadi satu kesatuan. Syair lagu yang tersirat di dalamnya secara harafiah mengandung nilai pendidikan / tuntunan, terutama yang berkaitan dengan nilai keislaman. Sedangkan penataan lagu atau gending mempunyai nilai musikal yang adiluhung. Dengan kata lain lewat seni Oglor dapat ditanamkan rasa tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama,budi pekerti, kepribadian, ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa ,serta kepekaan terhadap suara, laras, suasana dan tempo lagu. Judul karya : Ela – Elo Lahok judul itu diambil dari salah satu syair lagu , perubahan dari kata : La illaha ilalloh, yang artinya : Tidak ada Tuhan selain Allah. Pada awal keberadaannya, seni Oglor berfungsi sebagai upacara ritual, misalnya untuk acara nyapih, mitoni, sunatan, tingkeban dll.Karena perkembangan zaman, berubah fungsi sebagai seni hiburan. Berorientasi pada seni yang bernafaskan Islami, dengan syair lagu yang berisi tuntunan, pendidikan , agar manusia menjauhi perbuatan keji dan mungkar, melaksanakan kebaikan, baik kepada Tuhan, sesama manusia maupun kepada lingkungan. Seni Oglor berorientasi pada seni yang bernafaskan Islami,dengan syair lagu yang berisi tuntunan, pendidikan , agar manusia menjauhi perbuatan tidak baik, tetap melaksanakan kebaikan, baik kepada Tuhan, sesama manusia maupun kepada lingkungan. Penyaji Penata musik ada 7 orang yang membawa alat musik: Terbang besar 4 buah , kendang 1 buah, rebana, tamborin bonang 2 buah , kempul 1 buah. Tata busana : Celana panjang, baju lengan panjang, kain panjang, Serban di kepala Prestasi: - 10 Grup Unggulan Penyaji Karawitan dalam Festival Kerawitan tahun 2003 se Jatim 2 - Juara 1 Musik tradisi Pekan Budaya Se – Jawa Timur di Madiun 3 - 5 penyaji terbaik penata musik dalam rangka Festival Tetembangan Tingkat SD / MI se Jatim th 2005 di Madiun - 10 Besar Penata musik terbaik , Festival Tetembangan Anak PORSENI SD se Jawa Timur , Tangal 18 – 21 Oktober tahun 1999 di Sidoarjo 5 - Penatar tabuh iringan tari di Pacitan 17 – 22 desember 1990 - Penata musik tari OGLOR untuk parade tari daerah di Taman Mini Indonesia Indah, wakil dari Jawa Timur. Tanggal 02 Januari 1994. - Pemrasaran dalam rangka pembinaan para seniman / temu wicara seniman se Jawa Timur, Tanggal 27 – 28 September 1993 di Surabaya. - Penata musik vokal tradisional P4 tingkat Kabupaten Pacitan, tanggal 11 Agustus 1992 - Penatar bidang studi kesenian Tingkat Sekolah Dasar di Depdikbud Kabupaten Pacitan. 13 -15 Juli 1993. 1 - 5 Besar terbaik Penata Musik Tembangan Tingkat SD di Batu Malang. Tahun 1991