Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaMusik Patrol - Jember, Jawa Timur
Sejarah: Musik Patrol merupakan sarana penggugah kegiatan sahur di daerah Jember, Jawa Timur. Musik ini berkembang di beberapa daerah di wilayah Jember yang di antaranya ditandai dengan adanya kelompok-kelompok musik patrol di masyarakat setempat. Selain di Jember music Patrol juga berkembang di daerah Jawa Timur lainnya seperti di Sidoarjo, Gresik, bahkan di hamper semua wilayah kabupaten di Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep). Di daerah-daerah tersebut music patrol cukup dikenal dan berkembang. Alat musik patrol adalah kentongan yang sering dipergunakan untuk jaga malam. Kentongan yang dipergunakan dalam Musik Patrol merupakan perpaduan dari seruling dan kentongan dari berbagai ukuran sehingga tinggi nadanya beragam. Lagu-lagu yang dibawakan dalam musik Patrol adalah lagu-lagu Islami. Contohnya shalawat, puji-pujian, serta lagu-lagu Madura. Kelompok musik patrol biasanya berlatih berbagai lagu di suatu tempat tertentu terlebih dahulu sebelum keliling ke perkampungan. Di masyarakat Jember saat ini banyak berdiri grup atau kelompok-kelompok musik Patrol. Di antara mereka sangat antusias mengembangkan musik Patrol. Bahkan sudah ada konsep regenerasi pemusik Patrol sampai pada jenjang anak-anak. Dengan cara ini nantinya akan melahirkan seniman-seniman musik Patrol dengan kreasi musik yang lebih kreatif. Pemerintah daerah Kota Jember mengapresiasi perkembangan musik patrol di Jember salah satunya dengan mengadakan kesempatan tampil di sepanjang jalan Protokol Kota Jember. Hal itu dilakukan Pemda Jember sebagai upaya untuk melestarikan budaya masyarakat setempat. Peran serta pemerintah daerah sangat penting. Salah satunya dalam bentuk pengakuan dan bersedia menjadi bapak angkat terhadap kesenian musik patrol itu sendiri. Pelestarian kesenian tradisi Musik Patrol tetap dipertahankan sebagai upaya pelestarian budaya masyarakat setempat. Saat ini bahkan telah diupayakan untuk secara rutin diadakan Festival Musik Patrol. Kegiatan budaya ini menjadi agenda pariwisata Kabupaten Jember. Diskripsi: Musik sebagai sarana pengugah kegiatan sahur sudah banyak dikembangkan warga disejumlah daerah. Di kabupaten Jember berkembang Musik Patrol. Musik patrol digunakan sebagai musik pengugah sahur. Musik ini berkembang di beberapa daerah di wilayah Jember yang di antaranya ditandai dengan adanya kelompok-kelompok musik patrol di masyarakat setempat. Alat yang digunakan pada grup musik patrol adalah kentongan yang sering dipergunakan untuk jaga malam dan perpaduan dari seruling berbagai ukuran sehingga tinggi nadanya beragam. Lagu-lagu yang dibawakan dalam musik Patrol adalah lagu-lagu Islami. Contohnya shalawat, puji-pujian, serta lagu-lagu Madura. Kelompok musik patrol biasanya berlatih berbagai lagu di suatu tempat tertentu terlebih dahulu sebelum keliling ke perkampungan. Namun, kesenian musik patrol ini terancam punah karena jumlah kelompok musik patrol semakin berkurang tiap tahun. Akhir-akhir ini seniman yang fokus terhadap kesenian musik patrol mulai berkurang. Keberadaan Musik patrol terancam punah, apalagi tidak ada perhatian dari pemerintah. Pemain musik patrol prihatin terhadap perkembangan musik patrol di Jember karena belum ada pembinaan yang serius dari pemerintah setempat. Nasib para pemain atau seniman Musik Patrol masih sangat memprihatinkan. Masyarakat di beberapa kabupaten mengenal musik patrol sebagai musik khas Jember. Akan tetapi, kepedulian dari sejumlah pihak di Jember masih sangat kurang untuk upaya pelestariannya. Kalau hal itu terjadi berlarut-larut dikhawatirkan musik patrol di Jember akan punah. Sementara ini salah satu kegiatan yang dapat dianggap sebagai pelestarian musik patrol di antaranya adalah acara karnaval musik patrol yang digelar oleh UKM Universitas Jember. Kegiatan budaya ini diselenggarakan setiap bulan Ramadan. Hal itu merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesenian musik patrol Jember. Masyarakat Jember sangat mengapresiasi kegiatan Karnaval Musik Patrol yang merupakan even tahunan UKM Kesenian Universitas Jember ini. Sepanjang perjalanan dari kampus Tegalboto menuju alun-alun Jember antusiasme para penonton sangat tinggi untuk dapat menikmati sajian musik ritmis dari pukulan dinamis kenthongan yang dimainkan masing-masing grup musik peserta. Sayangnya, jumlah peserta festival dan karnaval musik patrol selalu berkurang pada setiap tahunnya. Acara kesenian sebagai tradisi di bulan Ramadhan (Festival Musik Patrol) memang selalu ditunggu-tunggu baik oleh masyarakat kota Jember maupun mereka para pegiat seni patrol sendiri. Terbukti selama 5 (lima) tahun ini acara yang digelar selalu sukses. Di lain sisi, kerja keras mahasiswa Universitas Jember menggelar acara ini mendapatkan dukungan penuh dari para pelaku seni musik patrol. Terima kasih kepada UKM Kesenian Universitas Jember yang telah bersusah payah berusaha melestarikan budaya asli Jember ini. Kegiatan ini bermaksud untuk memberikan ruang kepada seni tradisi khususnya musik patrol dalam mempertahankan eksistensinya. Bukan lagi menjadi suguhan belaka tapi menjadi ikon kota Jember yang sesungguhnya. Sehingga terwujud rasa memiliki dan bangga dikalangan masyarakat Jember khususnya dan Indonesia pada umumnya mengingat kebudayaan daerah adalah akar dari kebudayaan nasional. Hal ini merupakan daya upaya kita semua untuk menjaga seni tradisi yang dimiliki bangsa, sehingga eksistensi kesenian tradisional kita juga terjaga. Dengan melestarikan seni tradisi yang merupakan warisan budaya yang tidak boleh hilang dalam kehidupan masyarakat kota Jember secara tradisional