Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaSentra Ayam Panggang Gandu - Magetan, Jawa Timur
Magetan mempunyai satu desa yang terkenal dengan wisata kuliner ayam panggang. Orang-orang menyebutnya dengan ayam panggang gandu. Hal ini karena sentra ayam panggang berada di Desa Gandu, Kecamatan Karangrejo. Di sentra ini menyajikan ayam kampung panggang yang bisa dinikmati di warung-warung lesehan yang ada di desa itu. Gurih cita rasa ayam panggang di desa ini berbeda dengan ayam-ayam panggang lainnya yang ada di Jawa Timur, hal ini terlihat dari bumbu dan cara memanggangnya. Ayam panggang gandu disajikan dengan varian pedas dan gurih. Ada perbedaan mencolok antara yang pedas dan gurih. Ayam panggang pedas berbalut bumbu warna merah atau biasa disebut bumbu rujak, sedangkan ayam panggang gurih hanya mengandalkan bawang putih, garam dan sedikit kunyit. Untuk mendapatkan ayam panggang yang kesat dengan bumbu.yang lezat tidak cukup dipanggang sekali, paling sedikit harus lima kali supaya air di dalam dagingnya benar-benar kesat (kering). Panggangan terakhir baru diberi bumbu. Di waraung milik Bu Setu sebanyak 15 tungku pemanggang ayam nyaris tidak beristirahat, setiap kali 15 ayam panggang diangkat dari tungku, saat itu pula ayam yang baru dibersihkan sudah mengantre. Bu Setu dibantu sejumlah perempuan untuk mempersiapkan ayam dan bumubu-bumbunya. Tidakkurang 150 ekor ayam kampung setiap harinya dipotong, bahkan saat ramai seperti bila hari raya idul fitri bisa mencapai 350-500 ekor ayam. Ayam panggang Gandu ini dalam penyajiannya dilengkapi dengan sambal korek dan sambal bawang serta sambal goreng terasi. Sebagai pelengkapnya disajikan kudapan aneka sayur segar (lalapan) berupa, timun, tomat, saun selada, kubis dan kemangi. Juga disediakan urap dan trancam berbahan irisan halus kubis, tauge dan petai cina. Disamping itu ada menu spesial sebagai penyerta ayam panggang yaitu pelas dan bothok tempe. Pelas hampir mirip dengan bothok, perbedaannya terdapat pada bahan yang digunakan yaitu kedelai hitam. Kedelai itu direbus hingga matang dan dimasak menggunakan parutan kelapa muda dengan sedikit santan encer, ditambah sedikit kencur yang menghasilkan rasa pelas tersebut menjadi segar rasanya. Dua porsi utuh ayam panggang rasa gurih dan pedas lengkap dengan menu penyertanya ditambah satu bakul nasi serta dua gelas es jeruk dipatok harga Rp. 100.000,-. Harga berlaku flungtuatif atau fleksibel, artinya harga akan turun jika harga ayam kampung juga turun. Sebaliknya harga akan menyesuaikan apabila harga ayam kampung naik. Sedikitnya ada 10 rumah penyedia menu ayam panggang antara lain, milik Bu Setu, Bu Suryani, Bu Sarmi, Bu, Sri dan Mbah Mimin. Para Ibu ini bekerja berdampingan karena memegang filosofi rejeki sudah ada yang mengatur.