Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Kerajinan Sabut Kelapa - Kebumen, Jawa Tengah |
Sejarah:
Sabut kelapa yang sepintas barang tak berguna dan tak berharga ini bisa menghidupi banyak orang termasuk warga desa Rantewringin Kecamatan Buluspesantren. Warga desa Rantewringin pantas bersyukur dan terima kasih kepada pasangan suami isteri Ms. Darda dan Siswati yang telah menularkan ketrampilanyna membuat keset sekaligus memberi lapangan kerja baru bagi mereka. Setelah mereka terampil ada dua kemungkinan yang bisa mereka pilih, bekerja di tempat usaha atau mengerjakannya di rumah berdasarkan pesanan sesuai dengan ukuran yang diberikan.
Sejak mereka menikah mereka mencoba mengaplikasikan ketrampilan membuat keset dari sabut kelapa dan mencoba menjualnya. Tentu saja bermula secara kecil-kecilan dan tidak ada niatan suatu kelak akan menggantungkan hidupnya dengan membuat kerajinan dari sabut kelapa. Amal baik menularkan ketrampilannya kepada warga setempat rupanya memperoleh rahmat Tuhan dan menjadikan usahanya kian berkembang. Usaha yang dirintis sejak tahun 1997 ini berkembang pesat setelah masing-masing warga yang berkewajiban menyetor keset pesanannya memperoleh bantuan mesin kayu rakitan sendiri dari “AKAS” nama perusahaannya yang berarti ulet, cekatan dan trampil dan sehat.
Diskripsi:
Usaha kerajinan sabut kelapa desa Rantewringin kini memiliki seratus orang karyawan lebih yang fluktuatif. Kalau musim tanam dan musim panen tiba jumlah karyawannya menurun karena rame-rame turun kesawah. Disamping mereka perlu suasana kerja yang agak berbeda, musin tanam dan musim panen sering dimanfaatkan untuk bersosialisasi dengan teman-teman karena jarang ketemu kapan lagi saatnya bekerja sambil bercanda. Bagi mereka itu merupakan kebahagiaan tersendiri berpanas ria tanpa mempedulikan dirinya lagi. Inilah yang membedakan mereka dengan orang kota fisik mereka lebih tangguh tidak gampang masuk angin karena sinar matahari adalah energi yang luar biasa pengaruhnya terhadap kesehatan tubuh. Orang kota menang dalam penampilan fisik, kulitnya lebih halus dan lebih cerah. Memang lain ladang lain belalang lain lubuk lain ikannya.
Disamping produk pertama dan utamanya keset perusahaan mencoba mendesign produk-produk lain yang bisa dibuat dari sabut kelapa. Hasilnya seperti yang ada di ruang pajang seperti tas, sandal topi, keranjang, tempat tissue, tempat laptop, kasur, matras untuk olah raga, tali dan produk sampingan berasal dari pohon kelapa, sapu lidi. Perusahaan juga menerima rancangan dari pemesan sesuai permintaan konsumen seperti membuat konomes jaring yang terbuat dari rangkaian tali-tali besar dengan ukuran kurang lebih 3 x 25 m untuk reklamasi bekas lahan pertambangan supaya bisa ditanami. Jaring-jaring ini dipakai untuk “pegangan” pohon atau tumbuhan yamg ditanam kelebihan dari jaring sabut kelapa ini mudah hancur menyatu dengan tanah sekaligus bisa dijadikan pupuk. Produk ini dikirim ke Kutai Kalimantan kadang sampai tujuh truk yang diangkut langsung dari Rantewringin lewat jalan darat kemudian laut dan darat lagi sampai ketempat tujuan
Untuk memenuhi kebutuhan bahan tidak ada masalah sama sekali karena produk kelapa di wilayah ini melimpah. Kelapa yang telah dikupas ini berbondong-bondong dibawa masyarakat ke perusahaan yang setiap harinya mampu menampung 3500 sabut kelapa. Keset-keset produksi rumahan dari masyarakat dikumpulkan oleh pengepool kemudian disetor ke perusahaan. Kalau tahun 1997 dulu Ms. Darda dan isterinya membuat sendiri, menjual sendiri, kini para pembeli datang sendiri ke perusahaan. Entah karena stok di sekitar Kebumen masih banyak saat ini peminatnya kebanyakan dari luar Kebumen baik yang membeli langsung maupun dikirim.