Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaAsal Mula Nama Trenggulun - Pemalang, Jawa Tengah
Sejarah - Deskripsi: Pada awal Among Jiwo (R.M. Merto Truno) masuk Desa Rowosari, beliau membangun rumah yang sekaligus digunakan untuk tempat kegiatan kemasyarakatan dan mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan, termasuk ilmu agama (Islam), di mana rumah tersebut dibuat dan dibangun di daerah Tenggulun/Trenggulun. Kata Tenggulun sebenarnya berasal dari kata theng-kulon, yaitu theng mengandung arti di dan kata kulon yang mengandung pengertian barat. Mengapa kata teng (theng) kulon menjadi teng gulun ? menurut sejarahnya, karena dialek/logat orang Rowosari untuk mengatakan kata kulon/kilen (bhs. Jawa) tidak bisa fasih, akan tetapi justru dialekknya agak “medhok”, sehingga kata kulon terucap dan terdengarnya menjadi ghulon. Oleh karena itu pengertian kata tenggulun (teng-gu-lon) mengandung pengertian berada di barat. Ada yang berpendapat lain kalau daerah Tenggulun tersebut bernama daerah Trenggulun. Pendapat ini didasarkan adanya sebuah pohon yang besar yang oleh masyarakat pada waktu itu dinamakan pohon Trenggulun. Trenggulun adalah nama sebuah pohon yang tinggi, besar dan rimbun seperti pohon beringin yang bunga atau buahnya bernama kethos, namun adapula yang menyebut kalau pohon Trenggulun adalah pohon kethos. Dinamakan Trenggulun karena di daerah itu dahulu pernah tumbuh pohon tersebut, di mana pohon Trenggulun tersebut dahulu ditanam oleh Among Jiwo. Namun pemahaman tentang pohon Trenggulun dan buahnya juga termuat dalam Serat Darmo Gandhul, yaitu ketika Sunan Bonang berkelahi dengan Buta Locaya, dan pada saat itu Sunan Bonang bersabda “Buah pohon Trenggulun ini mulai sekarang aku beri nama KENTHOS, agar bisa dijadikan pengingat, bahwasanya aku pernah bertengkar dengan seorang makhluk halus KEMENTHUS (yang sok) tentang sebuah arca!”.[29] Oleh karena itu hingga hari ini, buah pohon Trenggulun di Jawa namanya kenthos/kethos.