Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaBuroq - Kab. Brebes, Jawa Tengah
Sejarah: Kesenian Buroq merupakan pertunjukan kesenian yang digunakan sebagai tolak bala untuk menyingkirkan halangan atau rintangan dalam hidup. Biasanya dipertunjukan pada musim pagebluk. Kesenian menjadi dakwah Islam serta mengingatkan perjuangan Nabi Muhammad SAW. Perkembangan selanjutnya selain digunakan sebagai hiburan dan dakwah juga untuk menyambut tamu pejabat pemerintahan. Kesenian ini juga diperuntukan untuk musik penggugah tidur saat sahur di bulan ramadhan. Deskripsi: Kesenian Buroq merupakan jenis tontonan yang digelar di jalanan yang berwujud gambaran kuda sembrani (kuda terbang) dengan kepala berbentuk perempuan cantik berkerudung sutra yang bertaburkan batu permata intan.. Jumlah pemain dan pengiring cukup besar jumlahnya. Hal ini merupakan gambaran rombongan yang mengantarkan pengantin untuk duduk ke pelaminan. Pengiring rombongan merupakan bentuk atau simbol binatang gajah, macan, kera, dan paksi raksasa. Busana binatang pengiring sebagai berikut: 1.Macan dengan kostum loreng-loreng kuning. 2.Gajah dengan kostum hijau hitam kecoklatan. 3.Kera dengan kostum hitam kecoklatan. 4.Burung Paksi berkostum hitam kecoklatan bergaris kuning. Dalam rombongan pengiring terdapat pawang yang bertugas menjaga keselamatan para pemain dan penonton. Busana pawang berupa destar hitam, pakaian warna putih corak koko/kaji serta sarung yang dilipat pada celana. Iringan musik terdiri dari terbang Jawa yaitu kempling, induk, jebor, dan kendang, serta terbang kencer dan drodog. Pemain pengiring musik terdiri dari 4 pemain terbang Jawa, 4 pemain terbang kencer, dan satu penabuh bedug (drodog). Kostum semua pengiring musik berupa destar hitam kecoklatan berbalut pakaian koko dan sarung yang dilipat. Namun, masa sekarang instrumen musik modern sudah masuk di dalamnya berupa gitar beserta penyanyinya. Hal itu disebabkan selera masyarakat dan sebagai upaya menarik minat masyarakat terhadap kesenian tersebut.