Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Tradisi Potong Rambut Gimbal - Semarang, Jawa Tengah |
Sejarah:
Upacara tradisi potong rambut gimbal yang dilaksanakan di Dusun Tekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang sudah ada sejak sejak zaman Kiai Tekel. Kiai Tekel adalah seorang tokoh yang menjadi cikal bakal Dusun Tekelan. Sampai saat ini warga Dusun Tekelan masih memegang erat tradisi unik tersebut. Namun demikian tidak ada yang bisa menjelaskan tentang apa dan mengapa fenomena menarik tersebut hadir dalam kehidupan mereka.
Tumbuhnya anak yang berambut gimbal bukan merupakan faktor keturunan. Sebab tidak semua bayi yang lahir di lereng gunung Merbabu selalu gimbal. Tumbuhnya rambut gimbal biasanya diawali dengan sakit-sakitan. Kemudian orang tua yang anaknya sakit-sakitan membiarkan rambut anaknya menjadi gimbal. Bagi mereka anak berambut gimbal bukanlah suatu aib, tetapi merupakan tradisi yang dimiliki oleh tempat yang dinaungi Gunung Merbabu. Hingga sampai pada saatnya yang tepat rambut anak berambut gimbal dipotong. Setelah dipotong rambut gimbalnya dengan menggelar ritual tersebut maka pertumbuhan rambut anak berambut gimbal pun menjadi normal.
Deskripsi:
Upacara tradisi potong rambut gimbal adalah suatu ritual bagi anak berambut gimbal. Anak yang berambut gimbal biasa disebut dengan anak bajang. Tradisi potong rambut gimbal tersebut dilaksanakan di Dusun Tekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Adapun tujuan dilaksanakan upacara tradisi ini yaitu selain untuk melestarikan tradisi yang dilakukan oleh nenenk moyang mereka juga untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa supaya kelak mudah mendapatkan rzeki, tidak sakit-sakitan, mudah dirawat, patuh terhadap terhadap orang tua dan diberikan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Prosesi pelaksanaan upacara diawali dengan persiapan sesaji dan peralatan upacara. Sesaji tersebut antara lain: jajan pasar, jadah, wajik, bubur merah putih, dan ambeng bodro. Sedangkan peralatan yang diperlukan antara lain : gunting, dupa, air putih, kain mori, payung agung, cincin, tangga tebu.
Setelah sesaji dan peralatan upacara sudah siap, kemudian ditempatkan di suatu ruang tempat dilaksanakannya upacara potong rambut gimbal. Upacara dimulai dengan mendudukkan si anak di depan sesaji, biasanya anak digendong oleh bapak atau ibunya. Kemudian seorang dukun duduk bersimpuh menghadap sesaji untuk melakukan tahap upacara turun tanah.
Upacara dilanjutkan dengan menyebar sawur yang berisi kea rah anak yang akan dipototng rambutnya yang digendong oleh ibunya dengan dilindungi oleh paying dan keranjang. Tahap ini merupakan pertanda agar si anak diberi keselamatan dan terlindung dari malapetaka.
Upacara dilanjutkan dengan memotong rambut anak yang dilakukan oleh seorang tokoh masyarakat yang telah ditunjuk. Setelah rambut gimbal si anak sudah habis atau gundul, kemudian anak dibimbing untuk meniti tangga yang terbuat dari tebu. Tahap ini mrupakan tahap akhir dari upacara tradisi potong rambut gimbal. Pada tahap mempunyai perlambang bahwa anak sudah memulai kehidupan yang baru dan dengan hati yang mantap meniti setiap tangga tersebut.
Biasanya anak yang berambut gimbal yang telah dipotong dengan menggelar ritual tersebut maka pertumbuhan rambut akan menjadi normal. Untuk menggelar upacara tradisi pototng rambut gimbal disesuaikan dengan kemampuan orang tua si anak. Mencari waktyunyapun tidak sembarangan, karena harus dicari hari dan pasaran yang pas, bahkan jamnyapun harus tepat.
Adapun makna yang terkandung dalam upacara tradisi potong rambut gimbal yaitu secara historis, tradisi ini sudah ada sejak nenek moyang mereka dan mengandung nilai-nialai yang patut dilestarikan. Sedangkan dari sisi filosofis bahwa tradisi ini merupakan perwujudan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa. Sedangkan jika dilihat dari aspek pendidikan nilai yang terkandung pada upacara tradisi potong rambut gimbal mengandung nilai ketaatan,nilai social, nilai kebersihan, nilai religious dan nilai etika. Sedangkan fungsi dari upacara ini adalah sebagai sarana untuk mencapai kebahagiaan, kebebasan dari makhluk gaib yang diyakini ada dalam diri anak yang berambut gimbal.