Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Tari Semarangan - Semarang, Jawa Tengah |
Sejarah:
Tari Semarangan adalah salah satu jenis tari pertunjukan tari khas Semarang, Jawa Tengah. Munculnya gerakan erotis tari Semarangan yaitu pada era Onj Sam Nio atau biasa disapa dengan Nyah Sam (1950-1970-an). Pada generasi pertama tari Semarangan yaitu Mak Irah (1930-1940-an hanya mengandalkan penampilan.
Deskripsi:
Tari Semarangan merupakan kebudayaan seni tari dari kota Semarang. Tari Semarangan biasanya dilakukan oleh dua pasang putri. Tari Gambang Semarang menggambarkan ekspresi gembira empat orang penari di suatu malam saat mereka berkumpul, berdendang dan menari bersama. Gerak tari yang penuh vitalitas dan gairah tanpa disertai emosi yang berlebihan adalah sesuai dengan gambaran masyarakat kota Semarang. Goyangan pinggul dan putaran pantat yang mengalun bila dihayati bagaikan riak gelombang air laut yang menghiasi garis pantai kota Semarang. Unsur gerak tari Jawa pesisiran yang lugas, dinamis dan mengalir membuat tari Gambang Semarang menjadi indah dan nyaman dipandang mata..
Gerakan baku yang biasa dilakukan pada tarian ini ada 3 macam, yaitu:
1. Ngondhek
2. Ngeyek
3. Genjot
Ngondhek adalah gerakan memutar pantat dari bawah ke atas dn sebaliknya. Ngeyek yaitu memegal-megolkan pantat ke kiri dan ke kanan. Sedangkan genjot adalah menaikturunkan kedua kaki menyerupai orang mengayuh sepeda,.
Ketiga gerakan baku pada tari Semarangan merupakan gerakan yang berpusat pada pinggul. Gerakan tangan atau lambaiyan merupakan sebuah gerakan yang berpusat pada pergelangan tangan dan pandangan mata.
Pakaian yang dikenakan pada pementasa tari Semarangan yaitu setelan kebaya model encim.
Tari Semarangan biasanya ditarikan pada event-event tertentu, misalnya pada terutama pada acara pembukaan pesta rakyat, atau pada vestival jajan pasar.