Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaPelestarian Mata Air Sendang Tawun/Bersih Sendang
Sejarah : Kyai Ageng Mataun dan Nyai Ageng Mataun (Ketawang) beserta pengikutnya adalah pendahulu di Tawan. Mereka bersama kedua putranya yaitu R. Sunarwita dan R. Hascarya di anggap sebagai cikal bakal Tawan, selain itu Kyai Ageng Mataun berhasil menggali Mata air Mataun, sepeninggal Kyai Ageng dan Nyai Ageng Mataun para warga setahun sekali melakukan Keduk Beji yaitu membersihkan kotoran yang berada di dasar sendang serta menguras sendang, juga membersihkan Teleng (mata air), tujuannya agar air tetap lancar. Saat pelaksanaan Keduk Beji menurut kesepakatan warga, biasanya pada musim kemarau, dan harinya memilih Selasa Kliwon. Sebelum Keduk Beji di lakukan para warga lebih dahulu melakukan kerja bakti pada hari Kamis Kliwon sebelum hari H, Kerja bakti ini berupa membersihkan makam. Pada hari Kamis Kliwon sore para warga melakukan Ziarah di makam leluhur masing-masing. Kedatangan sambil membawa perlengkapan kenduri. Mula-mula mereka ziarah ke makam Kyai Ageng Mataun, sesudah itu baru menuju makam leluhur masing-masing. Selesai ziarah, mereka lalu berkumpul di suatu tempat untuk melakukan kenduri bersama. Kegiatan selanjutnya di lakukan pada hari Jumat Legi yaitu ziara bersama. Kedatangan mereka juga membawa perlengkapan kenduri. Khusus Kaur Kesra yang bertindak sebagai modin, perlengkapan kenduri yang di bawa paling banyak, cara membawanya di masukkan dalam jodhang. Deskripsi : Keduk Beji di lakukan hari Selasa Kliwon. Untuk Keduk Beji di perlukan sejumlah perlengkapan yang terdiri dari: 1 Sesaji Gunungan sebanyak tiga buah; 2 Sesaji untuk Gamelan; 4 Sesaji untuk Waranggana dan Ledhek; 5 Sesaji untuk upaca Keduk Beji. Kegiatan Keduk Beji sudah di mulai hari Senin Wage sekitar pukul 17.00. Mula-mula Kepala desa membakar Kemenyan, sesudah itu ia terjun ke Teleng (Sumber Mata Air) Sendang Tawun. Perbuatan kepala desa ini di ikuti oleh perangkat desa dan warga. Pada ke esokan harinya hari Selasa Kliwon sekitar pukul 05.00, seekor kambing kendhit yang akan di sembelih di mamndikan di Sendang Tawun. Selesai untuk memandikan kambing, sejumlah pemuda terjun ke sendang. Kehadiran para pemuda di sendang dalam rangka Keduk Bejing yaitu membersihkan kotoran di Sendang. Sambil bergurau dan berteriak-teriak mereka Ngubeg yaitu mengambil batu, daun-daun yang membusuk, serta lumpur yang semuanya berada di dasar Sendang, selanjunya air yang telah kotor lalu di buang lewat pintu air. Meskipun air yang keruh telah di buang akan tetapi Sendang tersebut tetap banyak airnya sebab di tambah dari Teleng (mata air), sekitar pukul 11.00 kedua petugas juru silem lalu menuju Teleng guna membersihkan tempat tersebut. Selesai Ngubeg para pemuda lalu melakukan Kecetan di dalam sendang, sekitar pukul 13.00 para pemuda lalu naik ke darat mereka langsung memperebutkan makanan yang ada di Gunungan. Sekitar pukul 14.00 warga Dusun Tawun I, II, III, IV melakukan kenduri di tanah kosong yang terletak di sebelah barat Sendang. Acara Keduk Beji di akhiri dengan tarian Gambyong, tempatnya di rumah Kepala Desa.