Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaLing Giling - Sumenep, Jawa Timur
Linggiling merupakan salah satu permaian tradisional yang ada di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Permaian ini merupakan warisan peninggalan dari nenek moyang mereka yang sudah bertahun-tahun lamanya dan hingga kini permainan tersebut masih dilakukan oleh masyarakat pendukungnya, terutama di wilalayah pedesaan. Dahulu permaian ini dilakukan oleh anak-anak sebagai hiburan saat waktu luang. Namun seiring dengan berkembangnya waktu, kini tidak hanya anak-anak yang memainkan permaianan ini, namun orang dewasalah yang justru banyak melakukamya. Permainan Linggiling pada dasarnya merupakan adu kecepatan dari suatu alat permainan yang terbuat dari seperti roda yang terbuat dari kayu jati dan di sekelilingnya dilapisi kawat sebagai gigi roda, di tengah roda terdapat dua lobang tempat karet pentil sebagai pendorong, roda yang sudah diberi karet pentil kemudian dimasukkan ke dua ujung bambu sebagai kaleles seperti layaknya sepasang sapi, kemudian roda di putar sampai karet pentil seperti di pilit kemudian siap dilepas untuk diadu di arena perlombaan. Arena perlombaan yang digunakan untuk permaianan Linggiling yakni panjangnya 33 meter dan lebarnya 5 meter. Siapa yang paling cepat sampai di garis finish maka itulah yang menang. Permaianan ini biasanya dilombakan pada saat peringatan hari Kemerdekaan RI 17 Agustus. Selain untuk memeriahkan momentum hari kemerdekaan, kegiatan lomba Linggiling juga bertujuan untuk melestariakan permaianan tradisional agar tidak punah tergerus oleh permaianan modern. Karena permaianan tradisonal terutama Linggiling merupakan kearifan lokal yang mengandung filosofi yang berguna untuk generasi berikutnya. Dengan adanya perlomabaan permainan Linggiling maka akan mempererat talisilaturahim antar warga, dapat menambah teman karena biasanya perlombaan diikuti warga desa yang lain.