Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaPermainan Tradisional : Jeg - jegan - Ngemplak, Kab. Sleman, DI Yogyakarta
Sejarah : Jeg-jegan berasal dari karta kerja aktif “ngejegi” yang berarti menduduki, sehingga terdapat dalam peperangan, kalau musuhnya mundur maka daerah musuh tersebut lalu ”dijegi” (diduduki) oleh pihak yang menang. Menurut Bapak Soekirman permainan ini bersifat menirukan orang perang dan telah berumur lama sekali. Permainan ini tumbuh dimana-mana terutama di daerah pedesaan khususnya di Kabupaten Sleman (DIY). Pada awalnya permainan ini dilakukan anak-anak laki-laki tapi dengan mengikuti perkembangan dilakukan oleh laki maupun perempuan. Deskripsi : Permainan Jeg-jegan dilakukan oleh anak-anak terutama di pedesaan DIY. Permainan ini dilakukan di halaman rumah baik pada siang, sore, maupun malam hari pada saat bulan purnama. Permainan ini bersifat kompotitif dan rekreatif yang merupakan initasi (menirukan) dari suatu peperangan. Peperangan manusia sudah ada sejak dahulu. Permainan dilakukan oleh kelompok minimal masing-masing 3 orang. Dalam permainan tersebut dibutuhkan 2 buah lubang kecil di tanah kemudian di sekelilingnya itu dibuat garis lingkar dengan radius 1 m dari lubang ini sebagian titik pusat, lubang dan lingkaran itu disebut ”ngejegan” (pangkalan) dan kedua ”ngejegan” itu berjarak 5-7 m. Kemudian pada ngejegan itu sudah di buat lingkaran yang kecil yang letaknya disebelah kanan agak serong ke depan dan ngejegan yang berfungsi sebagai tempat tawanan. Kecuali itu mereka juga menentukan batas arena permainan.