Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaPermainan Anak Obok Kuping
Sejarah : Sudah menjadi kebiasaan pada jaman dahulu pada malam bulan purnama anak-anak di dusun berkumpul berkelompok bermain-main. Begitu juga anak-anak daerah Ponorogo. Beberapa puluh tahun yang lalu anak-anak masih bermain-main pada malam bulan purnama. Akan tetapi lama-lama mereka jarang melakukan permainan. Adapun sebabnya antara lain mereka sebagian besar sekolah, sehingga waktu malam hari digunakan untuk belajar, bukan untuk bermain-main, demikian juga anak-anak sekarang sesudah belajar tidak lagi bermain tetapi lebih sering melihat TV. Permainan anak di Ponorogo sudah ada sejak jaman dahulu mungkin timbul sejak daerah ini dihuni manusia. Hal ini disebabkan manusia dimana saja membutuhkan permainan. Tentang kapan tepatnya permainan tersebut muncul, tidak diketahui dengan pasti. Deskripsi : Permainan Anak Obok Kuping merupakan permainan yang hanya terdiri dari pada gerak saja, tanpa diiringi nyanyian. Permainan ini biasanya hanya dimainkan anak laki-laki saja. Jumlahnya kira-kira lima belas sampai dua puluh anak dan dibagi menjadi dua rombongan. Permainan Anak Obok Kuping dilaksanakan di halaman rumah. Di halaman dibuatkan lingkaran yang cukup besar dan lingkaran ini ditandai dengan kapur atau air kendi atau tali. Sesudah itu, salah satu rombongan anak-anak itu berdiri di dalam lingkaran dan satu lagi di luar lingkaran. Permainan ini dimulai dengan cara: anak-anak dari rombongan yang berdiri di luar lingkaran mengacungkan sebelah tangganya sambil berkata: "Tobik". Rombongan yang berdiri di dalam lingkaran berbuat begitu pula. Selanjutnya, anak-anak dari luar lingkaran itu bertarik-tarikan dengan anak di dalam lingkaran, dan anak-anak dari luar lingkaran berusaha menangkap telinga anak-anak dari luar lingkaran berusaha menangkap telinga anak-anak dari dalam lingkaran. Anak-anak dari dalam lingkaran mengelakkannya dengan jalan melepaskan pegangan dan mundur ke tengah lingkaran menjauhi batas lingkaran itu. Anak-anak dari luar lingkaran tidak boleh mengejar sampai ke dalam lingkaran. Anak-anak dari dalam lingkaran yang dapat menghindarkan tangkapan anak-anak dari luar lingkaran itu lalu maju lagi mendekati batas lingkaran sambil berteriak: "Masin". Mulailah lagi tarik-menarik dan rebutan telinga seperti tadi. Anak-anak dari dalam lingkaran yang telinganya tertangkap, dikeluarkan dari dalam lingkaran, menjadi anggota rombongan di luar lingkaran dan yang berhasil menangkapnya, lalu menggantikannya, menjadi rombongan dalam lingkaran.