Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaLegenda Putri Dedes
Sejarah : Di dalam masyarakat Polowijen, legenda/cerita rakyat ini hingga sekarang masih eksis. Cerita dari mulut ke mulut dari masa lampau berkenaan dengan riwayat putri Dedes, sebagai seorang penduduk di Polowijen dengan sosok pemuda dari daerah Dinoyo yang bernama "Joko Lulo". Kedua tokoh ini batal menikah karena putri Dedes tidak mencintainya. Akhirnya dari cerita ini dikeluarkan satu kesepakatan bahwa antara penduduk Polowijen dan Dinoyo tidak akan terjadi satu perkawinan. Dari legenda ini kemudian muncul adanya Watu Kenong yang terjadi dari sisi gamelan yang rusak dan menjadi batu. Adanya sendang Dedes (Sumur Windu) yang terjadi dari sumur buatan Joko Lulo, serta Terowongan Maling Aguno sebuah terowogan yang dibuat oleh Maling Aguno saat mencari Ken Dedes Deskripsi : Pada suatu masa di Desa Polowijen hidup seorang putri cantik bernama Ken Dedes. Karena kecantikannya maka banyak laki-laki yang mau meminangnya. Adalah seorang pemuda bernama Joko Lulo yang berasal dari Dinoyo berkeinginan memperistri Ken Dedes. Sebelum menerima lamaran Ken Dedes minta satu syarat yaitu Joko Lulo harus membuatkan sumur yang dalam sekali. Syarat tersebut diterima oleh Joko Lulo dan dapat dipenuhinya sehingga Ken Dedes mau tidak mau harus menerima lamaran tersebut. Pada saat kedua mempelai akan dipertemukan, Ken Dedes yang sebenarnya tidak menginginkan pernikahan itu melarikan diri dan menceburkan diri ke dalam sumur yang dibuat Joko Lulo. Gemparlah suasana pernikahan tersebut, para pengiring berhamburan sehingga alat gamelan yang dibawanya porak poranda. Alat gamelan menjadi batu dan sisanya masih ada diantara berupa Watu Kenong. Dengan gagalnya pernikahan tersebut, kedua orang tua menjadi sedih dan mereka sepakat untuk mengakhiri acara tersebut serta saling berujar bahwa cukup sekali saja pernikahan antara Polowijan dan orang Dinoyo dan tidak berlanjut sampai anak cucu keturunan mereka. Tentang hilangnya Ken Dedes yang menceburkan diri ke dalam sumur maka dibuatlah sayembara siapa yang dapat menemukan akan dinikahkan dengan Ken Dedes. Ada salah satu orang yang bernama Maling Aguno ikut sayembara dalam mencari Ken Dedes ia membuat terowongan di bawah tanah dan mencari kesana kemari, tetapi tidak bisa ditemukan. Sisa-sisa terowongan itu pda tahun 1993 dapat ditemukan. Setelah beberapa waktu tidak diketahui keberadaan Ken Dedes ternyata Ken Dedes muncul kembali di Singosari dan menjadi seorang istri pembesar benama Tunggul Ametung.